Laman

Senin, 26 September 2011

Ketika Mimpi-mimpiku "Ditertawakan"

Suatu hari di bulan September 2011, sore hari saya kedatangan salah satu direktur perusahaan di bawah Tito Group. Beliau menyampaikan bahwa saya diluar menjadi bahan tertawaan. Lalu saya tersenyum. Saya jadi teringat masa kecil saat ikut pertandingan sepak bola dan saya ikut jadi pemain. Di tepi lapangan banyak penonton,  sebagian penonton memberi suport semangat dan sebagian menyoraki dan bahkan mencemooh. Ahh ini kan permainan, dan sebagai pemain saya harus tetap fokus agar bisa menggiring bola sampai goal. Biarkan saja para penonton itu, apa pun suaranya saya harus tetap fokus pada mimpi-mimpi saya.


Robin Sharma dalam bukunya "The Greatness Guide"  menulis: "Bisnis memerlukan lebih banyak kenekatan. Bisnis membutuhkan orang-orang yang berani mengambil resiko dan bermain di cabang-cabang yang rapuh. Bisnis butuh orang-orang seperti Richard Branson dan komitmennya untuk membawa turis melancong ke luar angkasa dengan perusahaannya Virgin Galactic. Saya suka orang-orang seperti itu. Mereka menginspirasi saya.

Semua inovator ditertawakan pada awalnya. Itu sudah biasa. Columbus ditertawakan ketika mengatakan bahwa bumi bulat. Wright Brothers juga ditertawakan ketika yakin manusia bisa terbang. Orang-orang RIM juga ditertawakan ketika mereka meluncurkan Blackberry. Orang-orang juga tertawa pada penemu air mineral Evian yang percaya bahwa orang mau membayar untuk memperoleh air. Siapa yang tertawa sekarang? Dunia telah berpihak pada yang berani.

Orang membayar mahal untuk orisinalitas. Anda ingin memimpin di bidang bisnis? Jadilah berbeda. Biarkan orang-orang tertawa. Biarkan mereka menganggap Anda gila. Biarkan mereka terkekeh-kekeh. Tetaplah pada visi Anda. Milikilah mimpi yang besar. Jangan jadi orang yang biasa-biasa saja."

Saat saya tulis ini, pagi hari tadi di Kantor Pati, saya telah memberikan arahan tentang "Tito Group". Untuk bidang properti saya sampaikan bahwa saya ingin membangun properti dari rumah-rumah sederhana sampai rumah-rumah mewah, apartemen, hotel, mall dan lain  sebagainya dengan karakteristik yang unik. Maka apa yang beda dengan "Tito Land" dengan proyek properti lainnya? Inilah tantangan. Saya harus banyak belajar.