Laman

Rabu, 14 September 2011

Hargai Penyederhanaan, Bukan Perumitan Yang Tidak Perlu

Hargai Penyederhanaan, Bukan Perumitan Yang Tidak Perlu


Manajemen yang baik adalah seni menyederhanakan sesuatu yang rumit, bukan sebaliknya.

Kesederhanaan adalah karakter diri yang saya pilih dan saya jalankan sepanjang hidup selama ini. Sehingga karakter  ini pun berpengaruh terhadap cara saya berpikir dan gaya kepemimpinan dalam membangun "Tito Group". Pertumbuhan yang spektakuler dari group ini salah satu faktornya adalah selalu berusaha menyederhanakan sesuatu, bukan memperumit. Sehingga proses-proses yang tidak perlu bisa dipangkas dan diganti dengan langkah-langkah kecil yang cerdas.


Semalam saya kedatangan tamu, rombongan konsumen dari Perumahan Randu Indah Residence. Mungkin akan banyak yang bertanya, "Mengapa begitu mudahnya konsumen menemui saya, padahal saya adalah pemilik group perusahaan yang sudah besar?". Jawaban saya adalah "Saya adalah orang yang sederhana, rumah juga sederhana, maka semua orang dengan kedudukan dan jabatanan apa pun juga, bisa bertemu dengan saya kapan pun juga tanpa ada rasa takut dan sungkan."

Mereka mengadukan kepada saya tentang permasalahan di Perumahan yang kata mereka sudah cukup lama dan cukup banyak untuk bersabar. Maka, setelah mendengar mereka semua bicara, langsung saya menghubungi pihak-pihak yang terkait dengan proyek perumahan tersebut, dan memerintahkan untuk melakukan tindakan solusinya secepatnya. Saya tidak perlu berpikir panjang, karena pelayanan konsumen adalah hal yang utama. Dan saya juga tidak perlu berpikir yang berbelit-belit, karena saya adalah orang yang sederhana dalam cara berpikir untuk mencari solusi. Yang jelas semua ini diambil berdasarkan "14 Prinsip Tito Way" yang salah satunya adalah "Ambil keputusan berdasarkan filosofi jangka panjang, walau dengan mengorbankan finansial jangka pendek".