Laman

Jumat, 01 Desember 2017

LOKOMOTIF WIJAYA KUSUMA

Malam Jum'at tgl 30 Nopember 2017 sampai tgl 1Desember 2017  atau 12 Rabiul Awal 1439 Hijriah pas Hari Jum'at Kliwon ada satu moment "BESAR" yang tidak diliput media dan itu akan merubah peta politik Indonesia yang menguntungkan Bangsa Indonesia pada umumnya dan ummat Islam pada khususnya.

Terima kasih pada tim 70-73 yang sudah tulus berjuang sampai moment ini bisa terujud. Indonesia Merdeka..!!!

Di awali pada siang hari Kamis tanggal 30 November 2017 ketika saya bersama Mr. 73 melewati perlintasan kereta api di Daerah Kroya, dan pintu palang perlintasan ditutup. Ternyata yang melintas adalah Lokomotif "Wijaya Kusuma" tanpa gerbong. Maka kami berdua bicara itu satu tanda isyarat bahwa mulai hari ini "Amanah Bangsa" di buka.

Tidak biasa cuaca tidak hujan walau ada mendung. Dimulai habis Isya acara dilaksanakan di "Benteng Pendem". Diikuti dari Dewan Financial (DF) Mr. 70, Mr. 71, Mr.72, Mr. 73. Wakil dari Brigade X Task Force Abah Hadi Kusuma beserta satu orang kepercayaannya yaitu Bpk. Sugeng. Acara selesai jam 03.19 dengan diserahkan secara simbolis titipan yang telah disimpan dan dijaga oleh Beliau kepada Tim DF.

Selesai acara Tim DF berempat langsung meluncur ke rumah kediaman Eyang Sepuh Mr. ChF di Watukumpul Cilacap. Di rumah Beliau inilah "Amanah Besar Nusantara" diserahkan kepada Tim untuk dijalankan agar bermanfaat untuk Bangsa Indonesia sebagai simbol dibukanya seluruh amanah bertepatan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad saw.

Carilah orang yang mau dan mampu bekerja. Jaga Kebhinekaan krn Bhineka Tunggal Ika lebih tinggi dari Pancasila. Moga Allah meridloi.

Alhamdulillah walillahilhamdu..

Mr.71

Selasa, 24 Oktober 2017

BOGOR 24 OKTOBER 2017

Selasa, 24 Oktober 2017

Malam mulai meninggi, dengan ditemani kopi dan gorengan. Berenam ngobrol santai:

1. Bang Midun beserta istri
2. Bang Devianto
3. Kangmas Waluyo
4. Mbakyu Sulistyorini Prameswari putri Romo dengan Ibu Larasati
5. Kangmas Kampleng

Ngobrol santai tentang segitiga emas, master key, ctd, samudra beach kamar 308, ibu yg mengandung dan melahirkan tapi anaknya hilang secara ghoib, dan daerah yg dinamakan karanghau.

Kamis, 05 Oktober 2017

HARI PEMBUKA GERBANG KEMERDEKAAN INDONESIA

Allah SWT berfirman:

إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۥ  وَالَّذِينَ ءَامَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكٰوةَ وَهُمْ رٰكِعُونَ

"Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah)."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 55)

Hari ini adalah hari yang sangat mulia, bertepatan dengan hari jum'at tanggal 6 Oktober 2017, yang kami jadikan sebagai awal dibukanya ASET AMANAH dengan sandi pembuka sebagaimana yang tercantum dalam al -Qur'an Surat Al Maidah Surat ke 5 ayat 55 yang dikenal dengan sandi "555".

Implementasinya sesuai dengan apa yang Allah firmankan dalam ayat tersebut diatas. Dan kami adalah TUJUH PETUGAS PEMBUKA AMANAH yang dilahirkan ditahun 70 an sehingga kami menyebut diri kami sesuai tahun kelahiran kami yaitu:

1. Mr. 1970
2. Mr. 1971
3. Mr. 1972
4. Mr. 1973
5. Mr. 1974
6. Mr. 1975
7. Mr. 1976

Dan satu orang Muslimah Mrs. XXX

Masing-masing petugas mendapatkan mandat dari para "SEPUH" dengan Aset Amanah yang dipergunakan untuk membuka "GERBANG KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA", sehingga menjadi bangsa yang besar dan Negara yang dirahmati oleh ALLAH.

Tiga pilar yang menjadi landasan membangun Bangsa dan Negara Indonesia ini adalah:

1. Pembukaan UUD 1945
2. Lambang Negara Burung Garuda Pancasila
3. Bendera Sang Saka Merah Putih.

Seluruh komponen Bangsa dan Penyelenggara Negara harus mengacu dan berpatokan pada tiga pilar tersebut yang kami beri nama "SEGITIGA EMAS".

Hari ini setelah kita memperingati hari kelahiran TNI, dan kesaktian Pancasila bertepatan dengan hari Jum'at tanggal 6-10-2017 dideklarasikan hari "HARI PEMBUKA PINTU GERBANG KEMERDEKAAN" dengan sandi "555" dan mahar pembuka Rp. 555.000.000,-

Dengan membaca BASMALAH dan Surotul Fatihah kita satukan langkah menuju Negara yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, negara yang berdaulat adil dan makmur yang dirahmati oleh Allah.

Atas Nama Petugas Amanah
"Mr. 1971"

Senin, 02 Oktober 2017

HAKIKAT NIKMAT

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ  ۖ  وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat."
(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

*Semangat Pagi Sahabat*

Sahabat yang merindukan syurga, tidakkah engkau tahu bahwa apa yang Allah SWT sebut kebaikan, itu lebih banyak dari apa yang terjangkau oleh bayanganmu. Bahwa nikmat itu bukan hanya kelezatan dan apa yang disukai sesuai karakternya.

Imam al Ghazali mengatakan dalam kitab _Minhaj al- 'Abidin ilal-Jannah_: *"Nikmat itu sejatinya adalah apa yg menambah tinggi derajat. Karena itu, nikmat juga disebut sebagai pertambahan (Ziyadah). Jika kesulitan menjadi sebab bertambahnya kemuliaan dan bertambah tinggi derajat seorang hamba, maka kesulitan pun sebenarnya adalah nikmat, meski engkau selalu menganggapnya kesulitan dan ujian berdasarkan lahiriahnya. Sadarilah hal ini*"

Tidakkah engkau tahu wahai sahabat bahwa Nabi saw memuji dan bersyukur kepada Allah atas kesulitan sebagaimana Beliau bersyukur atas kesenangan, dengan mengatakan, *"Segala puji bagi Allah atas hal yang menjengkelkan dan menggembirakan."*

Mari awali pagi ini dengan rasa syukur yang melimpah.

*Hamba Allah*
����������

MANUSIA YANG "SELESAI DENGAN SENDIRINYA"

TULISAN BAGUS COPAS DARI WA

����������������������

*Manusia-manusia yang sudah "Selesai dengan dirinya sendiri".*

Pernahkah anda melihat atau mengenal seseorang yang tetap sabar dan tenang saat mendapat musibah dan sama tenangnya saat mendapat keberuntungan, tetap terkendali dan sabar saat diejek dan dicaci dan juga bersikap kalem saat disanjung.

Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan/menjadi Boss dan juga menjadi bawahan, bersedia makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di tenda pinggir jalan, tidak jumawa saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum.

Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya dan tidak mengeluh saat jatuh miskin. Menggunakan sandang-pangan dan peralatan untuk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya, Mata mereka sudah tidak silau dan tidak tergoda dengan indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris. MEREKA SUDAH LEBIH MEMILIH ESENSI.

Memilih teman tanpa membedakan status sosial, gelar atau posisi. Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sudah *"SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI"*.

Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas, tetapi JIWANYA sudah berada di 'ATAS KITA'. Ego atau ke 'aku' annya sudah ditaklukan.

Buat mereka kehidupan di atas bumi sekedar peran-peran fana dari Sang Sutradara Agung yang mereka jalani.

Tampilan orang-orang seperti ini mungkin kurang seru atau kurang asyik dalam pergaulan, dan tidak banyak orang-orang seperti ini.

*Tapi carilah...JADIKAN MEREKA SAHABAT.*
_baarakallahu fiikum_