Laman

Minggu, 23 Oktober 2016

RUMAH QUR'AN NURUL FIKRI PATI

Salah satu bagian pengembangan pendidikan dibawah naungan Yayasan Pengembangan Ummat Silaturahim Diploma Keuangan (YPU SIDIK) adalah mendirikan Rumah Qur'an Nurul Fikri yang program menghafal Qur'annya dipadukan dengan pendidikan SD Islam Terpadu Nurul Fikri.

Diawal perintisan Rumah Qur'an (RQ) banyak sekali kendala dan tantangan, namun sejak dilaunching tanggal 18 Oktober 2015 ternyata barokah dan sambutan masyarakat serta khususnya orang tua wali murid sangat antusias dan luar biasa. Satu tahun berdiri, siswa SD IT Nurul Fikri yang mukim di RQ rata-rata bisa menyelesaikan hafalannya sekitar 5 juz, bahkan ada yang lebih dari 6 juz.

JANGAN DEKATI RIBA, BISNIS SAYA HANCUR GARA-GARA RIBA

Sahabat, sudah hampir empat tahun saya tidak menyapa kalian semua. Banyak yang bertanya mengapa? Banyak kesalahan dan dosa yang telah saya lakukan. Yang paling besar adalah dosa RIBA, sehingga Allah menegur saya dengan cara memusnahkan semua bisnis yang terkait dengan riba yaitu bisnis properti saya. Total "kerugian" dan beban finansial lainnya mencapai 12,8 Milyar. Namun saya bersyukur, karena semua itu teguran Allah agar saya tersadar bahwa RIBA adalah dosa yang sangat besar.

Langkah pertama setelah mendata semua kerugian dan beban hutang adalah TAUBAT. Bertaubat kepada Allah untuk tidak melakukan dosa riba lagi. Langkah kedua adalah memperbaiki hubungan dengan Allah, menjaga shalat jamaah di masjid, tilawah al-Qur'an minimal 1 Juz dan wirid al-Ma'tsurat pagi sore. Langkah ketiga adalah meminta maaf kepada siapa yang tersakiti dan menyampaikan niatan saya untuk mengembalikan semua hutang-hutangnya. Langkah keempat adalah usaha semampu saya dengan diiringi doa permohonan pada Allah agar dimudahkan untuk melunasi semua hutang-hutang dan beban finansial lainnya. Satu hal yang sangat dirasakan adalah sholat istikharah pada banyak hal terkait pilihan dalam langkah-langkah bisnis serta sholat hajat agar hajat ini segera dikabulkan oleh Allah disamping tahajud dan dhuha.

Senin, 17 Desember 2012

RENUNGAN DI PENGHUJUNG 2012

Sahabat, perjalanan kita yang telah digariskan Allah di tahun ini memberi banyak pelajaran dan hikmah Ilahiyah, pertama: kita semakin mengenal Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kedua: ketangguhan dan keistiqomahan pada hakekatnya adl karunia dari Allah dan telah membukakan serta mendatangkan banyak pintu kebaikan untuk kita dan orang-orang di sekitar kita. Ketiga: keyakinan kita pada nilai-nilai Islam yang terus diperjuangkan semakin mengokohkan keberadaan kita sebagai pemimpin di muka bumi ini.

Sahabat, teruslah membaca al Qur'an dan mempelajarinya serta menghafalkannya agar kita jadi sahabat al Qur'an. Jaga lisan kita dengan dzikir al Ma'tsurot pagi dan sore serta memperbanyak shalawat sehingga Allah memudahkan kita dibanyak urusan. Mintalah terus dalam setiap doa kita pilihan terbaik disaat ajal tiba yaitu 'Syahid di Jalan Nya'.  Yakinlah bahwa kemenangan dan mas depan serta kejayaan tetap untuk Islam dan Kaum Muslimin.

Untuk sahabat di Tito Group, baik di level Departemen di TOSMe maupun Direktur dan Manajer serta seluruh staff dan karyawan: ingatlah diakhir penghujung tahun ini Allah telah memberi karunia yang sangat BESAR pada grup kita, target secara manusiawi yang direncanakan untuk dibuka dan dipasarkan untuk lini properti, Alhamdulillah Allah memberi dengan nilai total di atas 1 T lebih dan akan selesai proyek ini sampai lima tahun ke depan. Bersyukurlah untuk semua ini dengan menjaga  hak-hak Allah atas kita sebagai hamba-Nya. Tetaplah semangat pagi 'Sehat Kuat Dahsyat', jaga antusias ini sepanjang perjalanan grup kita karena Allah untuk Allah dan menuju Allah agar kita bisa menebar senyum bahagia untuk banyak orang dan kaum muslimin.

Ya Allah aku merindukan syahid di jalan-Mu

Allahu Akbar.!!! by S2B

Published with Blogger-droid v2.0.6

Sabtu, 08 Desember 2012

EKONOMI ISLAM: KAIDAH DAN PRINSIP (1)

Kaidah pertama: Harta milik Allah, manusia hanya diberi hak mengelola.

Allah berfirman, 'Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.' (al Hadid: 7)

Kepemilikan mutlak di sini adalah hak Allah Ta'ala semata. Di dalam kepemilikan yang mutlak inilah manusia diberi kekuasaan untuk mengelola harta ini dari segi menjaga, mengembangkan, dan menginfakkan.

Islam mengharamkan penimbunan dan pembekuan kekayaan. Allah Ta'ala berfirman, "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka mendapat) siksa yang pedih. (At Taubah : 34)

Kemudian, Islam menetapksn zajat harta 2.5%. Islam juga telah menetapkan berbagai jalan dan pintu untuk mengembangkan harta, serta menutup berbagai bentuk usaha yang tidak disyari'atkan, yaitu usaha yang merampas kekayaan orang lain.

Sumber: Kharithah Masyru'ur-Ru'yah asy-Syamilah li Jama'ah Al-Ikhwanul Muslimin 1426H

Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 26 November 2012

HAKIKAT UTAMA PROYEK PERADABAN KITA

Sahabat Mujahid Dakwah dan Tarbiyah, manusia di negara kita banyak yang telah kehilangan identitas dan jati dirinya. Hanya saja, usaha-usaha di bidang peradaban ini boleh di bilang mengalami kegagalan sejak reformasi 98 digulirkan. Barangkali, diantara penyebab utamanya adalah ketidakmampuan mengembalikan kapabilitas peradaban yang seharusnya dimiliki individu dan sosial, sesuai dengan persepsi Islami, serta bangunan sejarah dan kejiwaan seorang Muslim. Dimana sudah jelas bahwa peradaban ini harus dibangun 'Atas berkat Rahmat Allah' sebagaimana yang dirumuskan oleh para mujahid pendiri negara ini dalam Pembukaan UUD 45. Sehingga nilai dan arah pembangunan peradaban tidak lain agar Negara dan Bangsa Indonesia ini dirahmati oleh Allah.

Kita mengakui keunggulan peradaban Barat pada aspek materi, sehingga mereka menguasai kendali kekuatan dan kekayaan materi. Hanya saja, kita tidak menganggap peradaban Barat dengan semua dimensinya sebagai contoh yang hendak kita tiru.

Proyek peradaban kita berpijak pada pandangan yang terpadu, yang memerhatikan urusan-urusan manusia, sebagaimana ia memerhatikan urusan alam semesta dan kehidupan, mengaitkan semua itu dengan Rabb manusia, Pencipta alam semesta, Pemberi kehidupan, tanpa melebih-lebihkan dan tanpa mengurangi. Sehingga para mujahid pendiri negara ini merumuskan nilai yang disepakati sebagai pijakan dalam arah pembangunan bangsa dan negara Indonesia ke depan agar menjadi negara yang sehat dan kuat.

Nilai pertama yang dirumuskan adalah nilai ketuhanan yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya * Piagam Jakarta). Artinya semua komponen bangsa harus diarahkan dan dilindungi pelaksanaan nilai pertama ini dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan syariatnya masing-masing sebagaimana tujuan Pemerintahan Negara Indonesia ini dibentuk yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Disamping itu para penyelenggara negara juga harus bisa menjadi contoh dan tauladan dalam penerapan nilai ini. Bukan sebaliknya, justru penguasa dengan pengaruh dan order dari luar menuduh para dai dan orang-orang muslim yang taat sebagai tetoris.

Jika nilai pertama sudah dilaksanakan sehingga bangsa Indonesia ini mengenal Tuhannya dan tidak ada lagi yang mengaku atau bersikap sebagai tuhan bagi yang lain, maka nilai kedua baru bisa ditumbuhkan yaitu nilai Kemanusiaan yang dirumuskan oleh para mujahid pendiri bangsa ini dengan kalimat 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'. Insaniyatul insan dalam materi tarbiyah kita adalah dalam rangka mewujudkan nilai kedua ini yaitu memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang adil dengan kebenaran yang dibawa dan memiliki peradaban yang unggul karena tidak seperti atau menjadi binatang atau lebih sesat lagi dari binatang.

Alangkah panjang untuk menguraikan hal ini, mohon maaf jika sampai disini dulu penjelasan arah peradaban kita. Moga tetap semangat dalam dakwah dan tarbiyah.

Published with Blogger-droid v2.0.6