Laman

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kepada Dept SDM TOSMe

Kepada:
Departemen SDM
The Tito Office of Strategy Management

Alhamdulillah, pertumbuhan 'Tito Group' begitu spektakuler dan penuh keajaiban. Semua ini adalah karunia dan rahmat Allah yang harus selalu kita syukuri. Syukur yang kita ujudkan dengan selalu menjaga hak-hak Allah dan selalu mengikuti sunnah Rasulullah saw.

Departemen SDM mempunyai peran dan tanggung jawab multiwajah, dan fungsinya di Tito lebih dari sekedar mempekerjakan karyawan dan mengadministrasikan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan gaji, promosi, dan tunjangan. Di Tito, Departemen SDM berbuat lebih jauh dari sekadar mengelola database dan pastilah bukan suatu fungsi yang dapat di-outsource-kan.

Saya ingin Departemen SDM di Tito Group, pertama mampu mengembangkan people value stream untuk meningkatkan nilai tambah di mana orang belajar dan mengembangkan keterampilan pekerjaan dan kepemimpinan berdasarkan nilai dan filosofi perusahaan. Kedua mampu melibatkan orang yang mendukung proses-proses sehingga orang-orang dilatih, diajar, dan dilibatkan setiap hari dalam perbaikan dan pembelajaran yang terus menerus. Ketiga, meletakkan proses-proses yang mendukung organisasi agar memungkinkan perkembangan budaya yang sehat yang menopang pembangunan manusia yang berkualitas. Terakhir, mengintegrasikan product value stream dan people value stream melalui prinsip-prinsip "14 Prinsip Tito Way" sehingga kita dapat mencapai keunggulan kompetitif jangka panjang dan kemakmuran bersama.

Demikian arahan dari saya agar bisa menjadi landasan pijak untuk Departemen SDM dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

Semangat Pagi
Sehat-Kuat-Dahsyat
Ttd
Setyadi Senyum Bahagia

Jumat, 26 Agustus 2011

Mutiara Al-Hikam # 8



Jika Allah membukakan pintu ma'rifat bagimu, jangan hiraukan mengapa itu terjadi sementara amalmu sedikit. Allah membukakannya bagimu hanyalah karena Dia ingin memperkenalkan diri kepadamu. Tidakkan engkau mengerti bahwa ma'rifat itu adalah anugerah-Nya kepadamu, sedangkan amal adalah pemberianmu? Maka betapa besar perbedaan antara persembahanmu kepada Allah dan karunia-Nya kepadamu!




PENJELASAN
Kita bisa mengukur seluruh kemurahan Allah, atau membandingkannya dengan pengorbanan dan amal-amal shaleh kita. Apa pun yang kita persembahkan kepadaSang Pencipta tidaklah ada artinya bila dibandingkan dengan apa yang telah Dia karuniakan kepada kita, yakni fitrah dan cahaya ruh. Sesungguhnya Dia adalah Pencipta dan Pemelihara segala sesuatu yang ada di dalam dan di sekitar kita, yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Tindakan dan amal kita hanyalah tanda dan pendahuluan menuju penyingkapan dan pertolongan, yang sesungguhnya sudah ada namun kita teralingi dari melihatnya.

Sudah selayaknya manusia harus banyak dan besar amalnya, karena Allah mendorong kita untuk memperbanyak kebaikan. Karena itu seorang Muslim berkeinginan agar amalnya yang baik bertambah.

"Bersegeralah dalam beramal shaleh...." (HR Muslim)
"Dan bergegaslah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan menuju syurga-Nya.." (Ali Imran:133)


Bergegas dalam kebaikan adalah termasuk apa yang diperintahkan Allah dan Rasulullah saw kepada kita. Dan untuk masuk ke dalam maqam wilayah (kewalian) pun lewat selah-celah amal shaleh, baik yang fardhu maupun yang sunnah. Tersebut dalam hadits qudsi: "Dan tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai, selain dari apa yang Aku fardhukan kepadanya, dan ia selalu bertaqarrub kepada-Ku dengan beragam amal nafilah (sunnah) hingga Aku mencintainya." (Dikeluarkan oleh Bukhari dan Ahmad).


Pintu untuk masuk kepada wilayah (kewalian) adalah melakukan yang fardhu dan memperbanyak yang sunnah, dengan memperhatikan pemahaman yang benar tentang masalah yang fardhu. Karena banyak orang yang teledor terhadap hal-hal yang fardhu 'ain, dan menekuni sesuatu yang sunnah-sunnah. Hendaklah kita paham bahwa seorang Muslim yang telah melakukan setiap yang fardhu 'ain dan menghadap Allah dengan yang sunnah-sunnah, sesungguhnya ia telah meletakkan kakinya di jalan kewalian dan ia akan sampai kepada-Nya dengan izin Allah.


Karena itu selagi engkau mampu memperbanyak amal shaleh, maka lakukanlah, dan ini adalah tuntutan syara'. Dengan pengertian inilah kita hendaknya memahami apa yang sudah kami paparkan. Syaikh Ibnu 'Atha'illah tidak menghendaki agar kita meninggalkan amal shaleh atau menguranginya, atau kita merasa cukup dengannya. Ia hanya meminta perhatian sang salik, bahwa terkadang ia meninggalkan hal-hal yang sunnah, namun pada saat yang sama Allah membukakan pada hatinya petunjuk dan ma'rifah dzauqiyah (mengenal Allah dengan cita rasa). Maka ia harus sadar, seraya bersyukur dan kembali kepada amal. Ia mengarahkan perhatian salik pada masalah ini, dan bukan untuk melemahkan amal. Dalam pendakiannya, kadang sang salik yang menuju Allah dihinggapi kelemahan, namun kala itu diselusupkan dalam hatinya warid (limpahan pengetahuan dan ketajaman) atau ilham (inspirasi atau pancaran Ilahi) yang menambah ma'rifatnya kepada Allah.

Kamis, 25 Agustus 2011

Mutiara Al-Hikam # 7


Tidak terjadinya sesuatu yang dijanjikan, padahal waktunya telah tiba, janganlah sampai membuatmu ragu terhadap janji Allah itu. Supaya, yang demikian tidak mengaburkan pandangan mata batinmu dan memadamkan cahaya relung hatimu.
PENJELASAN
Untuk mempertahankan jalan yang tepat menuju pencerahan batin, kita perlu membuang semua keraguan terhadap kesempurnaan, keadilan, dan kebijaksanaan Allah di balik bentangan peristiwa yang terjadi sesuai dengan urutan waktu yang tepat. Yang terpenting adalah penyerahan diri sepenuhnya dan kepercayaan total kita kepada kehendak dan tujuan-Nya, meskipun kita mungkin sudah memperoleh ilham yang benar dan wawasan batin menuju suatu penyingkapan atau peristiwa, yang tidak terjadi.


Syaikh Ibnu 'Athaillah memperingatkan kita, jika kita beramal hendaklah kita tidak berputus asa, tidak meninggalkan pekerjaan itu, dan agar kita harus terus menerus mengerjakannya dalam kondisi apapun, meskipun hasilnya lambat. Ia berkata: Keterlambatan pemberian (Ilahi), sementara engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa ....... supaya hal itu tidak menodai bashirah-mu dan memadamkan cahaya hatimu."


Allah menjanjikan pertolongan kepada kaum Mu'minin: "Adalah wajib bagi Kami untuk menolong orang-orang Mu'min." (ar-Ruum: 47)


Karena itu jika kita sudah beramal, namun pertolongan belum juga datang, maka janganlah membuat kita bimbang terhadap janji Allah, bahkan kita harus tetap beramal. Sesungguhnya orang yang beramal karena Allah, ia akan terus beramal dalam kondisi apa pun, dan ia senantiasa berada di satu jalan baik diterima atau ditolak, membuahkan hasil atau tidak, dapat segera dipetik buahnya atau tidak, hingga sekalipun ia melihat tanda-tanda yang menggembirakan lalu ia tahu bahwa dalam memahami isyarat-isyarat itu ia keliru, maka ia tidak akan masuk dan terjerembab dalam keputusasaan.

Taujihat Yaumiyah # 6

SYAIKH MUSHTHAFA MASYHUR: "Kader-kader aqidah harus memelihara waktunya untuk dipergunakan pada kegiatan-kegiatan yang berguna untuk dakwah. Tidak ada waktunya yang terbuang dengan sia-sia, sebab waktu adalah kehidupan, dan kewajiban lebih banyak daripada waktu yang dimilikinya. Waktu yang sudah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, dan kita akan ditanya tentang waktu pada hari kiamat nanti.


Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada satu hari yang terbit fajar kecuali dia memanggil: "Hai anak Adam, aku makhluk baru dan di atas amalmu aku menjadi saksi, maka ambillah bekal dariku, karena sesungguhnya aku tidak akan kembali lagi sampai hari kiamat!"


Kita menghendaki umat Islam yang berdisiplin dalam setiap hal, disiplin di kantornya, di rumahnya, di lapangan pekerjaannya, disiplin dalam anggaran belanja hidupnya. Sebab, kedisiplinan inilah yang mendorongnya meningkatkan karya dan menghemat dana serta mendapatkan hasil yang baik dari seluruh tenaga yang dipergunakannya.


Sudah jelas, seorang kader dakwah atai da'i harus mempunyai satu usaha tertentu untuk mencari rezeki yang halal, agar dia tidak menjadi beban orang lain, agar hidupnya tenang dan mantap, sehingga menjadi alat penopang keberhasilan dakwahnya, dan agar dia dapat mendirikan rumah tangga muslim, serta melahirkan keturunan yang baik untuk masyarakat Islam.

Taujihat Yaumiyah # 5

SA'ID HAWWA: "Jika amar ma'ruf dan nahi munkar merupakan salah satu sarana tazkiyah, maka demikian pula jihad karena ia merupakan bentuk pengukuhan kebaikan dan pengikisan kemungkaran. Oleh karena itu, mati syahid di jalan Allah adalah penghapus dosa. Orang yang berjihad di jalan Allah terbebas secara langsung dari rasa takut dan kikir karena ia menerjang kematian dengan niat menjual dirinya kepada Allah, "Sesungguhnya Allah telah membeli orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah lalu mereka membunuh atau terbunuh..." (QS at Taubah: 111). Tidak dapat melakukan hal tersebut secara sempurna dan baik kecuali orang yang disebutkan sifatnya oleh Allah dengan firman-Nya: "Mereka itu adalah orang-orang yang bertaubat, yang beribadat, yang memuji (Allah), yang melawat, yang ruku', yang sujud, yang menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat munkar dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang mu'min itu." (QS at Taubah: 112)

Jadi, jihad adalah salah satu sarana tazkiyah (pensucian jiwa), bahkan merupakan sarana paling tinggi dan tidak dapat melakukannya pada ghalibnya kecuali orang yang jiwanya tersucikan.

SPS024 - Pancarkan Antusiasme Anda

Dan barang siapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik. (QS. Ali Israa: 19)

Semangat Pagi Sahabat (SPS) .......!!!!!!!!!!

Negeri Indonesia menanti Anda untuk selalu berkarya .

Pancarkan Antusiasme Anda

Dalam ayat suci di atas, ada tiga syarat agar kita sukses di dunia sampai akhirat, pertama keinginan yang kuat karena memiliki mimpi yang besar, kedua kerja yang sungguh-sungguh penuh semangat, dan ketiga adalah keimanan atau keyakinan yang kokoh. Menerapkan Prinsip-Prinsip Bertindak dan Bekerja kedalam kehidupan nyata akan mempertinggi jiwa anda dan mengangkat semangat anda. Anda akan merasakan kenikmatan dan semangat untuk hidup. Anda akan menjalani hari-hari yang penuh dan lebih baik. Hal ini terjadi karena anda telah memanfaatkan saat-saat hening anda untuk berpikir, mengorganisasikan dan memprioritaskan hidup anda. Anda akan mencintai banyak hal dan hal-hal tersebut akan menjadi bagian dari hari-hari anda. Anda akan selalu berada di bawah kendali. Setiap hari anda akan melakukan hal-hal baik untuk diri anda sendiri maupun orang lain. Kata-kata seperti membosankan, ejekan, tidak berarti, akan jarang mewarnai kerja dan hubungan anda.

Dengarlah CD kesukaan anda. Telponlah teman. Bacalah buku-buku yang bagus. Tersenyumlah. Dengarkan. Lihat. Rasakan. Baui. Jalan-jalanlah dan lihat seluruh keajaiban dunia anda. Tunjukkan kepada semua orang bahwa hidup adalah suatu yang berharga. Jadilah seorang motivator. Tanyai orang lain tentang tujuan mereka dan bagaimana anda mungkin membantu mereka. Buatlah orang-orang merasa menjadi bagian dari sebuah tim yang berhasil. Mintai mereka masukan. Yakinkan bahwa setiap orang terlibat dan diberi informasi. Berikan insentif kinerja. Cari kesempatan untuk memuji dan memberi imbalan. Antusisme adalah sesuatu yang mudah menular.

Sekarang giliran Anda untuk memancarkan antusias dalam menggapai masa depan Anda. Selamat bekerja...!

Selasa, 23 Agustus 2011

Taujihat Yaumiyah # 4

KH. HILMI AMINUDDIN: "Kepemimpinan yang kita maksud bukan semata kepemimpinan yang berlandaskan atau bertumpu atas kekuasaan ('alal qo'idah sulthaniyah), tetapi kepemimpinan yang bertumpu atas ruhiyah-maknawiyah-fikriyah, yang kekuasaannya didorong oleh semangat menyebarkan rahmatan lil'alamin. Sehingga melalui hal itu semangat pelayanan juga akan dirasakan oleh segenap umat Islam Indonesia, segenap bangsa Indonesia, bahkan insya Allah, oleh segenap umat di dunia."

Taujihat Yaumiyah # 3

ASY SYAHID HASAN AL-BANNA: "Sesungguhnya, masa akan melahirkan banyak peristiwa besar, berbagai kesempatan akan memberikan peluang untuk melakukan kerja-kerja besar, dunia menanti dakwah kalian, dakwah hidayah, dakwah keberuntungan, dan kedamaian, agar dapat menyelamatkannya dari berbagai penderitaannya, dan sekarang giliran kalian memimpin ummat dan bangsa"

Itulah hari hari yang kami pergilirkan di antara umat manusia, kalian mengharap kepada Allah apa-apa yang tidak mereka harapkan. Karena itu bersiaplah dan beramalah saat ini, sebab mungkin kalian tidak mampu beramal esok.

Taujihat Yaumiyah # 2

ASY SYAHID HASAN AL-BANNA: "Sungguh, masa yang paling rawan dalam kehidupan ummat dan paling layak mendapat perhatian serius adalah masa peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. Sebab saat itu sistem masa baru ditetapkan, langkah-langkah mulai digariskan, dan kaidah-kaidah yang melandasi pembentukan serta komitmen umat diputuskan.

Apabila langkah-langkah, kaidah, dan sistem nilai yang hendak dibangun itu jelas, baik dan lurus, maka kabarkan berita gembira kepada ummat tersebut, bahwa ia akan menikmati kehidupan yang panjang, penuh makna, serta sarat dengan aktivitas mulia dan agung. Berikan kabar gembira kepada para pemimpin yang mengantarkan ummat pada keberhasilan serta para pembimbing yang mengantarkan umat pada kebaikan ini, bahwa mereka mendapatkan pahala yang agung, kenangan yang abadi, keadilan sejarah, dan karya yang baik."

Senin, 22 Agustus 2011

Taujihat Yaumiyah #1

KH.HILMI AMINUDDIN: "Alhamdulillah. Allah SWT secara terus menerus memberikan taufiq dan ri'ayah-Nya agar kita tetap bersama. Tetap bersama dalam jalan dakwah, tetap bersama menuju mardhatillah. Dan hari ini pun kita dihimpun dalam satu semangat kebersamaan dalam meningkatkan kerja dan kinerja dakwah kita, kerja dan kinerja taqarrub dan ta'abud ilallah, yang mudah-mudahan dengan demikian Allah menjadikan kita sebagai bagian khoirun ummatin ukhrijat linnas."

Minggu, 21 Agustus 2011

SPS023 - Terimalah Perbedaan


Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Al-Hujurat: 13)

Semangat Pagi Sahabat......!!!!!!

Di sepuluh hari terakhir bulan ramadhan ini, Anda tentu semakin semanngat menggapai rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Terimalah Perbedaan

Lihatlah setiap orang sebagai individu dan bukan sebagai bagian sebuah kelompok. Seluruh manusia dari seluruh negara dan budaya pada dasarnya adalah sama tanpa memandang ras, warna, keyakinan atau jenis kelamin. Percayalah dengan keyakinan dan kepercayaan bahwa sebagian besar orang-orang yang anda temui, jadikan teman atau ajak orang lain berbisnis dengan melihat lebih banyak persamaannya daripada perbedaannya dengan anda.


Orang pada dasarnya baik. Sebagian besar orang bertindak baik. Mereka tidak punya maksud menyakiti anda dan akan membantu anda pada saat anda membutuhkan. Jangan buang-buang waktu anda untuk memikirkan yang sebaliknya. Jangan menjadi pihak yang membuat rumor atau gosip.
Tolaklah kebijakan yang bersifat stereotip, memecah belah dan merendahkan diri yang mengelompokkan orang kedalam kategori-kategori. Jadilah orang pertama yang membangun jembatan toleransi dan kesepahaman.

Corporate basic mentality – 5 Never Ending Improvement

Corporate basic mentality – Never Ending Improvement

Never Ending Improvement adalah segala upaya yang dilakukan oleh semua personil dalam perusahaan untuk peningkatan kualitas yang terus menerus tanpa henti.

Dunia selalu mengalami perubahan, maka perubahan menuju kualitas yang lebih baik adalah satu bentuk yang diinginkan oleh perusahaan ini. Sehingga tidak ada satu pun dari elemen perusahaan ini yang akan merasa cukup dengan prestasi hari ini. Karena dalam perusahaan ini persaingan yang ada adalah persaingan dengan “DIRI KITA SENDIRI”. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

Corporate basic mentality – 4 Action Smart

Corporate basic mentality – Action Smart

Action Smart in a Learning Culture

(Baca buku: THE ELEGANT SOLUTION,

Toyota’s Formula for Mastering Innovation by Matthew E. May)

1. Kita adalah seniman agar hidup lebih indah.

2. Kejarlah kesempurnaan

3. Ritme yang sesuai

4. Utamakan belajar

5. Belajar Melihat

6. Rancanglah untuk hari ini

7. Manfaatkan keterbatasan

8. Pahami yang tidak terlihat

9. Berpikirlah dalam gambar

10. Hitung angkanya

11. Kuasai ketegangan

12. Wajibkan ihsan

13. Jaga agar tetap ramping

14. Strategi yang cemerlang

15. Solusi yang Elegan

Corporate basic mentality – 3 System

Corporate basic mentality – System

System adalah Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas. Berilah ruh untuk system yang sedang dibangun agar system bisa berjalan secara alami, seimbang dan kokoh. Pahami system ini seperti memahami tubuh kita sendiri, dan sempurnakan terus tanpa henti.

Tito Group adalah “Sistem Manusia”, maka semua dibangun dengan cara pandang “manusiawi”. Perusahaan-perusahaan yang bertahan hidup paling lama ialah perusahaan-peruasahaan yang menghasilkan sesuatu yang dapat mereka berikan secara unik kepada dunia – bukan hanya pertumbuhan atau uang tetapi keunggulan mereka, penghormatan mereka kepada yang lain, atau kemampuan mereka membuat orang bahagia.

Maka semua elemen dalam Tito Group harus menjaga identitasnya sebagai perusahaan yang memiliki keunggulan “sistem manusia”, termasuk filosofi dan prinsip-prinsipnya, dengan konsisten yang luar biasa selama jangka waktu yang panjang kedepan. Nilai-nilainya tentang kepercayaan dan perbaikan secara terus menerus, menyerap komitmennya terhadap pemikiran jangka panjang, mengembangkan karyawan, proses standardisasi, inovasi tanpa henti, dan kemampuan dalam pemecahan masalah. Budaya Tito Way adalah kandungan penting dalam DNA organisasi perusahaan kita. Sistem manusia “Tito Way” mempunyai “Core value stream” yang berusaha menambah nilai terhadap setiap anggota organisasi, sehingga setiap anggota memahami dan bertindak atas tujuan “kemakmuran bersama jangka panjang”.

Corporate basic mentality – 2 Human Values

Corporate basic mentality – Human Values

Perusahaan ini didirikan bukan hanya sekedar mengejar keuntungan atau laba. Kalau ini yang dilakukan maka perusahaan ini sama dengan lainnya yang tidak peduli pada nilai. Maka membangun perusahaan dalam landasan nilai adalah sebuah keharusan agar keberadaannya membawa kebaikan dan juga kebenaran. Nilai-nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi oleh semua personil di dalam perusahaan, sehingga akan mendatangkan kedamaian. Apa saja nilai-nilai kemanusiaan tersebut?

Love (Love All, Serve All)

Cinta (Cintai Semua, Layani Semua)

Cintai Allah dengan cara mencintai seluruh ciptaanNya dengan tulus melalui:

ü Pikiran

ü Pengertian

ü Kata

ü Tindakan

Truth (Truth is God)

Kebenaran (Kebenaran Sejati adalah dari Allah)

ü Menegakkan dan menjalankan kebenaran sesuai jalan Allah.

ü Secara sadar membedakan yang benar dan salah.

ü Memiliki keyakinan yang teguh terhadap hukum sebab-akibat.

ü Mamahami dan berusaha mencapai hakikat diri.

ü Bicara hal yang benar dan perlu.

Peace of Mind (Hands in the Society, Head in the Forest)

Kedamaian Dalam Pikiran (Mampu Mengendalikan Kesadaran dan Pikiran Kita Setiap Saat)

Berserah diri sepenuhnya dan mensyukuri anugerah Tuhan dalam bentuk apapun.

Right Conduct (Work is Worship)

Kebajikan (Bekerja adalah Ibadah)

ü Bertindak sesuai pikiran dan perkataan.

ü Bekerja dengan tulus, kemauan yang kuat, tekun dan cara-cara yang terbaik.

ü Rela melayani serta peduli terhadap orang lain.

ü Menghargai hak dan kebebasan orang lain.

ü Menjaga kesehatan jasmani dan rohani.

ü Memiliki inisiatif, tanggung jawab dan disiplin diri.

ü Bersikap adil dan bijaksana.

ü Mengembangkan kepemimpinan diri untuk kemanfaatan bersama.

ü Menghargai hasil karya orang lain.

ü Terbuka terhadap kebenaran pendapat orang lain.

ü Berbakti kepada bangsa dan negaramu.

ü Mengembangkan sikap kesalingtergantungan untuk mencapai sinergi.

ü Mencintai dan menghormati orang tua, keluarga dan perusahaan sebagai suatu keluarga besar

Non Violence (Help Ever, Hurt Never)

Tanpa Kekerasan (Selalu Menolong, Tidak Pernah Menyakiti)

ü Menjadi insan yang penuh empati.

ü Dapat hidup damai dan berdampingan atas perbedaan yang ada.

ü Menjaga kelestarian alam dan seisinya.

ü Saling memaafkan.

ü Kesadaran untuk tidak berpikir dan berbuat jahat.

Corporate basic mentality - 1 Integrity

Corporate Basic Mentality

"Sesungguhnya Allah mewajibkan IHSAN (Terbaik) atas segala sesuatu." (Al-Hadits)

Lima inti BUDAYA IHSAN (Corporate basic mentality) yang diambil dari kata ‘I.H.S.A.N”:

1. Integrity

2. Human Values

3. System

4. Action Smart

5. Never Ending Improvement

Corporate basic mentality – Integrity

Integrity (Integritas) adalah Sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan dan kejujuran

Integritas adalah garis merah yang mempertahankan setiap prinsip dalam budaya perusahaan. Orang yang penuh integrits adalah orang yang ucapannya sesuai dengan perbuatannya, dan yang perilakunya mencerminkan nilai-nilai luhur yang dianutnya. Kejujuran dan sikap mereka yang beretika dapat dipercaya tanpa ragu. Mereka menghormati komitmen. Mereka bisa diandalkan. Mereka dikenal sebagai orang yang melakukan hal-hal yang benar, dengan alasan benar, pada waktu yang tepat.

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS.61:2-3)

Kata integritas pada dasarnya berarti berintegrasi seputar prinsip. Integritas berarti keutuhan. Karena itulah orang yang menunjukkan integritas sejati tidak bersikap jujur karena situasi atau ”sekali-kali” saja. Integritas adalah pilihan setiap hari, gaya hidup setiap hari. Integritas adalah konsisten dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan. Integritas berarti kita melakukan apa yang kita lakukan karena hal tersebut benar dan bukan karena sedang digandrungi orang. Kejayaan orang-orang besar harus selalu diukur dari cara yang mereka gunakan untuk mencapai kejayaan tersebut. Ingat ”Waktunya selalu tepat untuk melakukan hal yang benar”

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu" (QS.41:30)

Saya ingin dari budaya perusahaan ini akan lahir para pemimpin negeri ini yang memiliki integritas sehingga mampu membawa perubahan menuju sebuah negara yang sehat, kuat dan dahsyat.

Kehancuran ekonomi Amerika yang dirasakan sejak April 2009 adalah disebabkan karena para pemimpin dihampir seluruh perusahaan dan juga pemerintahan tidak memiliki Integritas. Mayoritas hanya mengejar keuntungan tanpa landasan nilai dan moral. Maka kita bisa menyaksikan sebuah peristiwa ketika jutaan pekerja ditelantarkan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan dan lembaga regulasi negara sudah terkikis.

Benar apa yang disampaikan Peter F Drucker dalam The Age of Discontinuity: “ Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa pemerintah itu besar, tetapi tidak kuat, lamban, lemah, bahkan sangat tidak kuat. Selain itu, menghabiskan banyak biaya tetapi tidak banyak yang dicapai... pada saat kita membutuhkan sebuah pemerintah yang kuat, sehat dan hebat. Kita membutuhkan pemerintah sebagai lembaga inti dalam masyarakat organisasi. Kita membutuhkan sebuah lembaga yang menyuarakan keinginan dan visi bersama, serta membuat setiap organisasi bisa memberikan sumbangsih terbaiknya kepada masyarakat dan penduduk, serta menunjukkan keyakinan dan nilai-nilai bersama. Dengan kata lain, tujuan dari pemerintah adalah untuk memerintah.”

Benar, tujuan pemerintah adalah memerintah dengan landasan nilai dan moral. Saya ingin pemerintah Negara ini berfungsi sebagai Pengemudi bukan sebagai Pendayung, yang mengemudikan bahtera ini dengan arah yang jelas, kemana bahtera ini akan dilabuhkan? Jika tidak maka Negara besar ini akan bangkrut baik secara moral maupun financial. Ingat kasus Century adalah sebuah sejarah terburuk dan paling memalukan yang dilakukan oleh pemerintah yang telah kehilangan nilai dan moral hanya sekedar untuk mempertahankan kekuasaan dari segelintir orang, dan sampai hari ini tidak ada satu pun yang memiliki integritas untuk bertanggungjawab atas penggunaan dana rakyat ini.

14 PRINSIP TITO WAY

14 PRINSIP TITO WAY

Prinsip ini harus dipegang teguh oleh semua elemen dalam perusahaan agar cahaya yang terpancar dari nilai-nilai, keyakinan dan metode perusahaan bisa menyinari semua orang baik di dalam perusahaan maupun di luar perusahaan.

BAGIAN I PHILOSOPHY : Filosofi Jangka Panjang

Prinsip 1. Ambil keputusan manajerial Anda berdasarkan filosofi jangka panjang meskipun mengorbankan sasaran keuangan jangka pendek.

  • Miliki misi filosofi yang menggantikan pengambilan keputusan jangka pendek. Bekerja, tumbuh, dan selaraskan seluruh organisasi untuk mencapai sasaran bersama yang lebih besar dari sekedar uang. Pahami tempat Anda dalam sejarah perusahaan, dan bekerja untuk membawa perusahaan ke tingkat yang lebih tinggi. Misi filosofi Anda merupakan dasar bagi semua prinsip-prinsip lainnya.
  • Ciptakan nilai bagi pelanggan. masyarakat, dan perekonomian -- ini adalah titik awal Anda. Evaluasi kemampuan setiap fungsi dalam perusahaan untuk meraih hal ini.
  • Bertanggungjawablah. Usahakan memutuskan nasib Anda sendiri. Bertindaklah secara mandiri dan percaya pada kemampuan Anda sendiri. Terima Tanggung jawab atas tindakan Anda dan pelihara serta tingkatkan ketrampilan yang memungkinkan Anda menambah nilai.

BAGIAN II PROCESS: Proses yang Benar akan Memberikan Hasil yang Benar

Prinsip 2. Ciptakan proses yang mengalir secara kontinu untuk mengangkat permasalahan ke permukaan.

  • Desain ulang proses kerja agar mengalir secara kontinu dan memberi nilai tambah yang tinggi. Usahakan untuk menghilangkan waktu kosong (Idle) dalam setiap proses kerja atau menunggu seseorang untuk mengerjakannya.
  • Ciptakan aliran untuk menggerakkan material dan informasi dengan cepat serta mengaitkan proses dan orang agar menjadi satu kesatuan sehingga masalah dapat segera diangkat ke permukaan.
  • Buat proses yang mengalir menjadi kenyataan sebagai bagian budaya organisasi Anda. Ini adalah kunci untuk peningkatan berkesinambungan yang sebenar-benarnya dan untuk penengembangan karyawan.

Prinsip 3. Gunakan system “tarik” untuk menghindari produksi berlebih.

  • Beri pelanggan pada proses berikutnya dalam proses produksi dengan apa yang mereka inginkan, pada saat yang mereka inginkan, dan dalam jumlah yang mereka inginkan. Pengisian kembali material yang dipicu oleh pemakaian adalah prinsip dasar Just-in-Time.
  • Minimalkan barang dalam proses Anda dan gudang persediaan dengan menyimpan sejumlah kecil dari masing-masing produk dan dengan sering mengisi ulang berdasarkan apa yang benar-benar diambil oleh pelanggan.
  • Tanggap terhadap pergeseran permintaan pelanggan dari hari ke hari daripada bergantung pada skedul komputer dan sistem untuk menelusuri persediaan yang mubadzir.

Prinsip 4. Ratakan beban kerja (heijunka). (Bekerjalah seperti kura-kura dan tidak seperti kelinci)

  • Menghilangkan pemborosan hanya merupakan sepertiga dari persamaan untuk membuat lean berhasil. Menghilangkan kelebihan beban dari orang dan peralatan, dan menghilangkan ketidakrataan dalam jadwal produksi juga sama pentingnya – tapi hal ini biasanya tidak dipahami oleh perusahaan-perusahaan yang berusaha untuk mengimplementasikan prinsip-prinsip lean.
  • Bekerja untuk meratakan beban kerja dari semua proses manufaktur dan jasa sebagai cara alternatif dari pendekatan berhenti/jalan dalam menggerakkan proyek dalam batch yang umumnya masih tejadi di sebagian besar perusahaan.

Prinsip 5. Bangun budaya berhenti untuk memperbaiki masalah dan untuk memperoleh kualitas yang baik sejak awal.

  • Kualitas bagi pelanggan menentukan value proposition Anda.
  • Gunakan semua metode modern yang ada untuk penjaminan kualitas.
  • Bangun kemampuan untuk mendeteksi masalah dan untuk menghentikan dirinya sendiri ke dalam peralatan Anda. Kembangkan sistem visual untuk mengingatkan tim atau pemimpin tim bahwa ada mesin atau proses yang memerlukan bantuan. Jidoka (Mesin dengan intelegensi manusia) merupakan fondasi dalam “membangun” kualitas.
  • Bangun sistem pendukung dalam organisasi Anda untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan melaksanakan penanggulangannya.
  • Bangun ke dalam budaya Anda filosofi untuk menghentikan atau memperlambat untuk memperoleh kualitas yang benar sejak awal dalam rangka meningkatkan produktivitas dalam jangka panjang.

Prinsip 6. Standar kerja merupakan fondasi dari peningkatan berkesinambungan dan pemberdayaan karyawan.

  • Gunakan metode berulang yang stabil di manapun untuk mempertahankan kesamaan, keteraturan waktu, dan keteraturan hasil proses Anda. Ini merupakan fondasi mengalir dan sistem tarik.
  • Tangkap pembelajaran mengenai suatu proses yang terakumulasi hingga titik tertentu dengan menstandardisasi praktik terbaik saat ini. Perbolehkan ekspresi dan kreativitas individual untuk meningkatkan standar tersebut, kemudian masukkan hal tersebut ke dalam standar baru sehingga ketika seseorang pindah, Anda dapat menyerahkan pembelajaran ke orang yang berikutnya.

Prinsip 7. Gunakan pengendalian visual agar tidak ada masalah tersembunyi.

  • Gunakan indikator visual yang sederhana untuk membantu orang menentukan dengan segera apakah mereka masih berada dalam standar atau sudah menyimpang dari standar.
  • Hindari penggunaan layar komputer jika hal itu mengalihkan perhatian pekerja dari tempat kerjanya.
  • Rancang sistem visual yang sederhana di tempat dimana pekerjaan dilakukan, untuk mendukung proses mengalir dan sistem tarik.
  • Kurangi laporan Anda hingga menjadi satu lembar kertas jika memungkinkan, sekalipun untuk keputusan finansial Anda yang paling penting.

Prinsip 8. Gunakan hanya teknologi handal yang sudah benar-benar teruji untuk membantu orang-orang dan proses Anda.

  • Gunakan teknologi untuk membantu orang, bukan untuk menggantikan orang. Sering kali yang terbaik adalah memperbaiki suatu proses secara manual sebelum menambahkan teknologi untuk mendukung proses.
  • Teknologi baru sering kali tidak dapat diandalkan dan sulit terstandardisasi dan oleh karena itu membahayakan “proses mengalir.” Sebuah proses yang telah terbukti pada umumnya harus diutamakan dari teknologi baru yang belum teruji.
  • Lakukan tes yang sebenarnya sebelum mengadopsi teknologi baru ke dalam proses bisnis, sistem manufaktur, atau produk.
  • Tolak atau modifikasi teknologi yang bertentangan dengan budaya Anda atau yang mungkin mengganggu stabilitas, keandalan, dan prediktabilitas.
  • Meskipun demikian, dorong orang-orang Anda untuk mempertimbangkan teknologi baru ketika mencari pendekatan baru dalam pekerjaan mereka. Implementasikan dengan cepat teknologi yang telah benar-benar dipertimbangkan jika telah dibuktikan melalui proses percobaan dan dapat meningkatkan aliran dalam proses Anda.

BAGIAN III PEOPLE AND PARTNERS: Menambah Nilai untuk Organisasi dengan Mengembangkan Orang dan Mitra Kerja Anda.

Prinsip 9. Kembangkan pemimpin yang benar-benar memahami pekerjaannya, menjiwai filosofi, dan mengajarkan kepada orang lain.

  • Kembangkan pemimpin dari dalam organisasi dan bukan membeli mereka dari luar organisasi.
  • Jangan memandang pekerjaan seorang pemimpin hanya sekedar menyelesaikan tugas dan memilki keterampilan mengelola orang. Pemimpin harus menjadi panutan dalam filosofi perusahaan dan cara melakukan bisnis.
  • Seorang pemimpin yang baik harus memahami pekerjaan sehari-hari secara detail sehingga dia dapat menjadi guru terbaik untuk filosofi perusahaan Anda.

Prinsip 10. Kembangkan orang dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, yang menganut filosofi perusahaan Anda.

  • Ciptakan budaya yang kuat dan stabil di mana nila-nilai dan keyakinan-keyakinan perusahaan dianut dan dijiwai selama periode bertahun-tahun.
  • Latih individu dan kelompok yang memiliki kemampuan istimewa untuk bekerja sesuai dengan filosofi perusahaan, untuk mencapai hasil yang luar biasa. Bekerja dengan sangat keras untuk menanamkan budaya secara terus menerus.
  • Gunakan tim lintas-fungsi untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas serta meningkatkan aliran proses dengan menyelesaikan masalah teknis yang sulit. Pemberdayaan muncul ketika orang menggunakan alat-alat untuk meningkatkan perusahaan.
  • Upayakan terus-menerus untuk mengajarkan individu bagaimana bekerja sama sebagai kelompok untuk mencapai sasaran bersama. Kerja sama kelompok merupakan sesuatu yang harus dipelajari.

Prinsip 11. Hormati jaringan mitra dan pemasok Anda dengan memberi tantangan dan membantu mereka melakukan peningkatan.

  • Hormati mitra dan pemasok Anda dan perlakukan mereka seakan-akan perpanjangan dari bisnis Anda.
  • Beri tantangan pada mitra bisnis Anda agar tumbuh dan berkembang. Hal ini menunjukkan bahwa Anda menghargai mereka. Tetapkan target yang menantang dan bantulah mitra Anda mencapainya.

BAGIAN IV PROBLEM SOLVING: Menyelesaikan Akar Permasalahan Secara Terus-Menerus Untuk Mendorong Pembelajaran Organisasi.

Prinsip 12. Pergi dan lihat sendiri untuk memahami situasi sebenarnya (genchi genbutsu)

  • Selesaikan masalah dan tingkatkan proses dengan datang ke sumber permasalahan dan secara pribadi mengamati dan memverifikasi data dan bukan hanya berteori berdasarkan apa yang dikatakan orang lain atau yang ditunjukkan di layar komputer.
  • Berpikirlah dan berbicaralah berdasarkan data yang telah Anda verifikasi sendiri.
  • Bahkan para manajer dan eksekutif tingkat tinggi harus pergi dan melihat sendiri masalah yang ada, sehingga mereka akan memiliki lebih dari sekedar pemahaman yang dangkal terhadap situasi.

Prinsip 13. Buat keputusan secara perlahan-lahan melalui konsesus, pertimbangkan semua pilihan dengan seksama; kemudian implementasikan keputusan itu dengan sangat cepat.

  • Jangan mengambil satu arah tunggal saja dan menjalankan yang satu itu saja sebelum Anda mempertimbangkan seluruh alternatif dengan seksama. Setelah Anda memilih, jalankan dengan cepat dan hati-hati.
  • Nemawashi adalah proses untuk membahas masalah dan potensi solusinya dengan semua pihak yang terkena dampak oleh masalah tersebut, untuk mengumpulkan ide-ide dari mereka, dan untuk mendapatkan persetujuan mengenai langkah mana yang perlu diambil. Proses konsesus ini, meskipun menghabiskan banyak waktu, membantu memperluas pencarian solusi, dan ketika kepuputsan telah diambil, kondisi telah siap untuk diimplementasikan dengan cepat.

Prinsip 14. Menjadi suatu organisasi pembelajaran melalui refleksi diri tanpa kompromi (hansei) dan peningkatan berkesinambungan (Kaizen)

  • Setelah Anda mendapatkan proses yang stabil, gunakan alat-alat peningkatan berkesinambungan untuk mencari akar penyebab inefisiensi dan terapkan cara penanggulangan dengan efektif.
  • Rancang proses yang hampir tidak memerlukan persediaan. Hal ini akan membuat waktu dan sumber daya yang disia-siakan menjadi kelihatan jelas bagi semua orang. Ketika pemborosan terlihat, biarkan karyawan menggunakan proses peningkatan berkesinambungan (Kaizen) untuk menghilangkannya.
  • Lindungi pengetahuan dasar organisasi dengan mengembangkan personil yang tetap, promosi secara perlahan, sistem suksesi yang sangat hati-hati.
  • Gunakan hansei (refleksi diri) pada tahap-tahap penting dan setelah Anda menyelesaikan suatu proyek untuk secara terbuka mengidentifikasikan semua kelemahan dari proyek itu. Kembangkan jalan keluar untuk menghindari kesalahan yang sama.
  • Belajar dengan menstandardisasikan praktik-praktik terbaik, dan bukan menemukan ulang hal yang sama dengan setiap proyek baru dan setiap manajer baru.