Laman

Kamis, 11 Agustus 2011

Mutiara Al-Hikam # 5


Kesungguhanmu mengejar apa yang sudah dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti dari rabunnya mata batinmu.

PENJELASAN
Yang Allah harapkan adalah agar kita berjuang demi pencerahan spiritual dan kesiapan untuk akhirat. Berkecamuknya perasaan dan ketidakamanan material hanyalah bayang-bayang gelap yang membelokkan dan mengalihkan kita dari jalan keberhasilan. Penghidupan utama kita dan perkembangannya telah dijamin, dan upaya serta hasrat kita dibutuhkan untuk menyelami samudra keesaan Allah dan mengikuti mata hati sejati kita.


Mutiara hikmah ini dipahami oleh kebanyakan orang secara keliru, dan akibatnya muncullah semacam gambaran yang salah yang menimbulkan pengaruh buruk dalam tata kehidupan masyarakat Islam, yang pada akhirnya akan memunculkan dampak berbahaya terhadap penegakkan hak Allah, juga terhadap peradaban dan budaya Islam pada umumnya. Sebagian orang memahami kata-kata hikmah tersebut sebagai berikut:"Wahai seorang muslim, engkau tidak boleh ber-tadbir (pengaturan atau penataan). Sebagian dari kaum muslimin telah memiliki kesempurnaan tanpa ber-tadbir, dan sebagian lagi mempunyai kekurangan padahal ia ber-tadbir."

Prinsip ini bertentangan dengan tugas yang diberikan Rabb, sedangkan kata hikmah tersebut ditinjau dari susunan kalimatnya tidak menunjukkan hal itu. Pada dasarnya seorang muslim dalam kedudukannya sebagai seorang khalifah di muka bumi dituntut untuk menyempurnakan tadbir (pengaturan dan penataan) tentang apa yang dibebankan kepadanya. Karena itu, dalam hadits termaktub:
"Sesungguhnya Allah menyukai seorang hamba yang bila ia melakukan suatu pekerjaan ia lakukan dengan profesional." (HR Abu Ya'la dan al-'Askari)


Maka pada dasarnya kita harus menyempurnakan tadbir (pengaturan dan penataan). Kalau Anda kaji tata kehidupan Rasulullah saw niscaya Anda temukan bahwa kehidupan Beliau merupakan rangkaian tadbir yang dikerjakan secara profesional, baik aspek ilmu, tarbiyah, politik, maupun kemiliteran. Anda tidak akan menjumpai sesuatu pun yang tidak disertai dengan keutuhan tadbir dalam kehidupan Rasulullah saw, demikian juga dalam kehidupan para sahabat Rasulullah saw. Secara ringkas disimpulkan adalah 'ikutilah sunnah Rasulullah' dalam setiap langkah-langkah kita dalam tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi.