Laman

Kamis, 13 September 2007

AKU HARUS KE WAMENA

Saat kesulitan, Allah menetapkan aku agar aku pergi Wamena memenuhi tugas sebagai Pegawai Depkeu di KPPN Wamena. Lagi-lagi disini, aku merasakan kerinduan yang sangat mendalam saat jauh dengan istri dan anak-anak. Saat aku merasakan sakit di dadaku karena aku menderita prolapse pada katup jantungku, tanpa ditemani istriku yang penyabar. Saat aku merasakan dinginnya lembah baliem yang kata orang-orang Indahnya Luar Biasa.

Perjalananku ke wamena, aku awali tanggal 27 September 2006, disaat anakku baru lahir. Anakku lahir jam 03 pagi, dan jam 10 aku harus berangkat naik travel ke Surabaya bersama temanku Gus Nur (Agus Nur S) dari Semarang. Sehingga aku tidak merasakan senang dan bahagianya menimang Arina Sabila Rosyada, anak ke lima yang baru lahir. Hari pertama di Wamena aku menangis ketika baca tulisan dari Fathimah, Hana dan Fathia. Aku menangis karena ingat semua kenangan indah bersama keluargaku di Pati.

Tapi, di wamena aku menjadi seperti kepompong yang nantinya keluar menjadi kupu-kupu yang indah. Aku belajar banyak di Wamena. Belajar untuk menghargai nilai sebuah kebahagiaan dalam kebersamaan dengan keluarga. Aku baca banyak buku-buku:
1. Revolution Financial, karya Mr. Tung Desem Waringin;
2. Berani Gagal, karya Billi P.S Lim
3. Berpikir dan Berjiwa Besar, The Magic of Thingking Big, karya David J. Schwartz;
4. Pernapasan Otak, karya Ilchi Lee
5. Tutur Penerang Hati, karya Ibnu Atha’illah;
6. Berselimut Cahaya Tuhan, Karya Syaikh’ Abdul Wahhab Asy-Sya’rani
7. Percikan Cahaya Tuhan, Karya Syaik Abdul Qadir Jaelani;
8. Mencapai Maqam Shiddiqun dan Rabbaniyyun Karya Sa’id Hawwa

Tak lupa akupun berusaha untuk membaca Al-Qur’an sehari satu juz. Dan aku pun berusaha menjaga sholat lima waktu di masjid. Berdzikir memperbanyak bacaan Laa ilaaha Illallah serta bacaan shalawat nabi.

Dan yang lebih penting lagi aku telah menyusun 45 My Goals....

Aku ingin hidup dengan memberikan kehidupan bagi orang lain. Dengan banyak berkarya. Maka walaupun aku sebentar di Wamena (hanya 4 bulan), tapi aku bisa memotivasi dan memanajemen teman-teman di wamena untuk mendirikan Play Grup dan TK Islam Terpadu Mutiara Hati dengan Kepala Sekolah Pertama, ustadzah Nunuk. Alhamdulillah dengan menghabiskan dana 100 Juta untuk membangun gedung, TK ini sekarang sudah berdiri di LEMBAH BALIEM...