Jika Anda berdoa, kapan dikabulkannya?
Berkata Musa: ”Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, (QS.20:25)
Kala itu bulan April 2005, aku pertama kali mengutarakan ideku kepada seseorang. Dia adalah Bpk Agus Sugeng R, SE Ak. Di sebuah masjid perumahan dimana aku tinggal, Masjid sabilillah. Sehabis sholat ashar berjamaah. Beliau adalah Manajer BMT Harum yang di bulan April 2005 baru didirikan. Aku katakan pada beliau: “Sebagai seorang manajer, antum (Anda) ibarat seorang sopir. Saat mobil ini mulai melaju dan masuk gigi satu konsentrasikan pada arah ke depan yang dituju. Kemudian teruslah melaju, naikkan ke gigi berikutnya. Insya Allah tahun 2007 kita akan terjun ke bisnis Property.”
Dari sinilah, aku memulai mematangkan ideku. Yang penting aku harus berani menyampaikan apa yang menjadi impianku, terserah apa reaksi orang lain tentang impianku. Karena dengan keberanian inilah yang akan menentukan keberanian-keberanian berikutnya. Aku harus memotong urat rasa malu, sepanjang itu adalah sebuah kebenaran dan akan mendatangkan manfaat bagi banyak orang. Orang mentertawakan ide dan impianku adalah hal yang wajar bahkan biasa bagiku. Sebagaimana dulu saat aku menyampaikan impianku tentang sebuah sekolah yang besar dan megah.
Sambil memberi support pada BMT yang baru dilahirkan. Aku mulai bergerilya mencari Tim yang akan aku ajak untuk mewujudkan impianku ‘membangun sebuah property’. Pertama, aku datangi Bpk. Sugianto, ST. Aku memilihnya karena beliau sudah terlihat cukup tangguh untuk mengerjakan berbagai macam proyek pemerintah. Tidak hanya itu, Beliau adalah kader pertamaku dalam dakwah dan tarbiyah, sehingga aku cukup mengenal dengan baik.
Beberapa bulan kemudian, aku menemui orang kedua yang akan aku masukkan dalam Tim ini. Beliau adalah Bpk. Suwarno. Posisi beliau sebagai manajer BMT Fastabiq akan memudahkan bagiku dalam mengakses dana yang cukup besar. Karena aku ingin bisnis ini aku bangun dengan konsep BODOL (Bisnis Optimis Dana Orang Lain), alias tanpa modal yang harus dikeluarkan dari saku sendiri.
Setelah itu, bertiga mulai melangkah mencari lahan. Tahap ini aku jalankan padahal uang alias modal belum ditangan. Aku harus jalan bersama agar aku bisa belajar menyamakan langkah, menyatukan pikiran. Dan aku harus segera melangkah, agar aku bersama timku ini terbiasa untuk SEGERA mengambil peluang, semakin cepat bertindak semakin cepat menjadi bijak. Dari yang harganya seratus juta, sampai mendekati harga setengah milyar. Yang penting tim ini harus berani menawar, uji nyali kata orang.
Sambil melangkah, aku mulai sharing tentang perlunya menambah tim ini dengan seorang yang tangguh dalam marketing. Maka, akupun mendekati seorang yang aku pandang cukup hebat dalam persoalan ini. Aku datangi rumahnya, dan aku kaget karena Beliau menunjukkan padaku kumpulah brosur property. Aku jadi semakin yakin bahwa energy yang aku pancarkan akan menarik semua yang berada di frekuensi pancaran hati dan pikiranku. Beliau adalah Bpk. Abdul Karim STP. Beliau seorang manajer di perusahaan Garuda Food. Dan terbukti, aku tidak salah pilih. Beliau kini membuktikan kemahiran dan keahlian yang dimilikinya.
Tanggal 27 September 2006, aku dimutasi ke wamena. Apakah impianku juga terbang? Tidak, semua tetap berjalan dengan baik. Aku memonitor terus tim ini, dan beberapa kali aku kirim sms untuk sekedar memberi motivasi dan meminta pendapat tentang property ini. Memang, terkadang kita perlu rehat untuk sekedar berhenti melepas kejenuhan dan untuk mengumpulkan energy. Kepindahanku justru membuat aku semakin semangat. Aku menentukan sebuah isyarat, bahwa semua ini akan ujud dengan ijin Allah tatkala aku bisa kembali ke Pati.
Saat liburan di Jawa tanggal 16 Nopember 2006 aku kumpulkan tim ini di rumah Bpk. Abduli Karim. Aku tulis nama-nama tim ini satu persatu di white board. Saat sampai nomor empat, aku tercenung, mengapa? Sepertinya tim ini masih kurang satu, tim ini harus ganjil. Tiba-tiba, tanpa direncana dan tanpa diundang datang seseorang yang kemudian menyempurnakan komposisi tim ini. Beliau adalah Bpk. Sutrisno, Arch. Beliau adalah seorang arsitektur. Maka, dari sinilah aku bisa belajar bahwa sebagai manusia kita dituntut untuk melangkah dan berusaha sesuai kemampuan kita secara manusiawi. Dan Allah-lah yang akan menyempurnakan rencana kita jika kita yakin dan menyerahkan semua akhir urusannya pada Dia yaitu Allah.
Dari meeting pertama ini diputuskan untuk membeli lahan seluah 5.000 meter persegi dengan jumlah rumah yang akan dipasarkan sebanyak 40 unit rumah. Target pemasaran adalah mulai dipasarkan bulan Maret 2007, satu tahun kemudian direncanakan bisa habis.
Jika dihitung dari awal ide sampai meeting pertama, kurang lebih membutuhkan waktu 1,5 tahun untuk membentuk sebuah mastermind. Maka, bagi Anda yang ingin membentuk sebuah mastermind, Anda harus sabar dan benar dalam memilih.
Tanggal 24 Januari 2007 aku dimutasi dan kembali ke Pati. Langsung tahap selanjutnya aku jalankan bersama tim yang telah dibentuk ini. Akhirnya aku bisa mewujudkan impianku dengan ijin dan pertolongan Allah. Berapa yang bisa dipasarkan untuk tahun 2007? Dahsyat…… 124 unit rumah type 21, 36 dan 45. Semua telah habis terjual. Alhamdulillah… Maasyaa Allah… La quwwata illaa billaah…
Assalamu’alaikum, jazakallah ustadz, ana sudah membuktikan hukum tarik menarik. Kemarin-kemarin lagi butuh dana untuk perbaikan radio, ana yakin akan ada dana, besoknya benar-benar ada, tapi tidak lebih besar, pas banget, kenapa ya?
Bayu –Purwokerto (28-01-2008)
Jawaban:
Belajar adalah sebuah proses tumbuh sebagaimana sebuah pohon yang tumbuh. Sudah jadi sunnatullah di alam bahwa setiap apa yang tumbuh diawali dari sesuatu yang kecil ibarat sebuah biji. Maka ikuti irama proses ini dan nikmati dengan senyum lalu syukurilah apapun hasil yang Anda terima.
Dan ibarat Anda menaiki sebuah tangga, setiap Anda menjejakkan kaki Anda pada anak tanggga yang lebih tinggi, Anda hanya sekedar berhenti secukupnya, kemudian Anda harus kembali menaiki sampai puncaknya. Jadi jangan pernah berhenti terlalu lama, yang hal itu akan menjadikan Anda malas untuk mengangkat kaki Anda untuk menaiki anak tangga yang lebih tinggi.
Memang terkadang, Andapun perlu berhenti sebentar untuk belajar dari apa yang Anda alami sebelum Anda melanjutkan sebuah perjalanan, terserah berhentinya dikarenakan apapun juga. Maka, jika berhentinya Anda dikarenakan ada sebuah musibah, maka saat itulah Anda perlu berhenti sebentar untuk belajar menjadi penyabar. Dan jika yang Anda temui adalah sebuah cacian, maka Anda perlu berhenti sebentar untuk belajar mencintai dan menghargai orang lain. Atau terkadang Anda perlu berhenti sebentar untuk menghela nafas dan mengambil nafas dalam-dalam. Jadi, Anda perlu rehat agar Anda lebih kuat untuk melanjutkan perjalanan yang boleh jadi masih panjang.
Yang perlu diingat, jaga hati dan pikiran Anda hanya pada apa yang POSITIF, dan hanya pada apa yang telah Anda tulis tentang semua keinginan dan impian Anda. Senyumlah…..
Hari ahad kemarin tanggal 27 Januari 2008 saya mendapatkan sesuatu yang sangat besar dengan menerapkan “6 Rahasia”. Dengan ijin dan pertolongan Allah mendapatkan sebuah tanah senilai 650 juta untuk Perumahan Hadipolo Indah di Kudus, dan Anda ingin tahu berapa uang yang telah saya keluarkan untuk pembebasan lahan itu? Nol Rupiah!!!!!!!!! Dahsyat…….
RELATIVITAS
Ringkasan Arahan dalam Meeting hari Selasa tanggal 15 Januari 2008 di Kantor Property
Oleh SETYADI, SE
Mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)". Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sehari saja". (QS.20:103-104)
Demikian juga dengan ‘kemakmuran’ yang Anda rasakan. Anda hanya bisa merasakan suatu ‘kemakmuran’, karena Anda telah membandingkan dengan ‘kemiskinan’. Sehingga tatkala saya berada di sebuah kota di Irian-Jaya, yaitu Wamena. Dan saya melihat banyak sekali penduduk asli yang masih menggunakan ‘koteka’, yaitu pakaian yang terbuat dari sebuah buah yang hanya berfungsi untuk menutupi ujung kemaluannya (laki-laki). Maka bagi mereka “penduduk asli di wamena”, itu bukanlah suatu bentuk ‘kemiskinan’, karena mereka memang “begitulah apa adanya”.
“Waktu” pun demikian. Saat Anda bepergian, Anda kadang merasakan perjalanan begitu cepat dan menyenangkan, namun terkadang Anda merasakan perjalanan begitu lambat dan membosankan. Waktu inipun relative bagi siapa dan dalam kondisi bagaimana.
Sehingga dengan memahami hukum relativitas ini, Anda akan semakin cerdas mengkondisikan diri Anda, sehingga Anda akan semakin makmur, semakin cepat dalam meraih kesuksesan. Caranya, Anda harus selalu dalam kondisi ceria atau fun. Tebarkan senyum manis Anda kepada siapapun yang Anda temui. Maka Anda akan menemukan segala sesuatu menjadi lebih mudah. Dan Andapun akan menemukan banyak orang yang antusias dengan Anda. Dan waktu bukanlah sebuah kendala bagi Anda, karena semua dikerjakan dengan fun. Hasilnya jelas FUUUUUNtastic.
Sebagai sebuah ilstrasi, ada dua orang yaitu Pipo dan Embro, keduanya melakukan perjalanan dari Semarang ke Jakarta. Mereka masing-masing memakai sebuah kendaraan dengan kecepatan sama yaitu 80 km/jam. Si Pipo melakukan perjalanan dengan keluarganya, sepanjang perjalanan diiringi music sambil makan makanan kecil. Dan si Embro juga melakukan perjalanan dengan keluarganya, bedanya si Embro dalam sebuah mobil ambulance, diiringi kesedihan karena salah satu anggota keluarganya meninggal. Maka, manakah diantara keduanya yang merasa cepat perjalanannya?
Sekarang cobalah Anda renungkan kondisi Anda sekarang, lalu buat perbandingan dengan mereka yang dibawah Anda. Maka Anda akan merasakan bahwa Anda masih jauh lebih baik dan jauh lebih makmur. Perasaan baik dan makmur yang selalu terpancar dalam diri Anda, akan direspon oleh hukum tarik menarik dan akan dikembalikan kepada Anda suatu kebaikan dan kemakmuran yang lebih banyak lagi. Intinya Anda harus mensyukuri apa yang telah Anda terima saat ini. Hapus kata-kata ‘kurang’ dan tumbuhkan terus rasa berkelimpahan dalam hati dan pikiran Anda. Jangan Anda mengeluh pada hal apapun juga!!! Sekarang Anda adalah orang yang SUKSES dan KAYA. Senyumlah…… Hukum Relativitas yang Allah letakkan di alam semesta akan mempercepat datangnya KESUKSESAN untuk ANDA.
SEMUA YANG DI ALAM SEMESTA BERIRAMA
Sebuah ulasan untuk para peserta seminar dengan materi ‘6 Rahasia’
Purwokerto tanggal 13 Januari 2008 yang dihadiri kurang lebih 400 orang
Oleh SETYADI, SE
Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang? (QS.67:3)
Semua benda yang ada di alam semesta ini tersusun dari sebuah ‘ruang kosong’ yang disebut quanta. Justru ‘ruang kosong’ inilah sebagai sumber energy yang sangat dahsyat. Energi ini bergetar laksana sebuah irama yang sangat serasi. Getarannya bagaikan sebuah pendulum. Kapanpun sesuatu berayun kekanan, benda itu pasti akan berayun ke kiri. Segala sesuatu yang ada terlibat sebuah irama, bergoyang, mengalir, berayun bolak-balik, walaupun Anda melihat benda itu diam tak bergerak.
Benda yang memiliki getaran yang sama akan berkumpul dan saling tarik menarik. Tetesan air hujan yang turun dari langit memiliki getaran yang sama, maka sesampainya dipermukaan bumi akan saling tarik menarik dan kemudian berkumpul menjadi air yang mengalir bahkan bisa menjadi sebuah air bah yang dahsyat. Namun, saat air ini dicampur dengan minyak, air dan minyak tidak akan bercampur, karena keduanya memiliki getaran yang berbeda.
Maka, agar Anda mampu menarik sesuatu yang Anda inginkan kedalam hidup Anda, Anda harus menjaga getaran hati dan pikiran Anda agar sama dengan apa yang Anda inginkan. Caranya, tuliskan semua keinginan Anda, dan tempelkan tulisan itu ditempat dimana Anda bisa dengan mudah membaca dan melihat tulisan tersebut. Baca sesering mungkin. Sehingga hati dan pikiran Anda terfokus hanya pada apa yang Anda inginkan. Saat inilah berarti Anda telah menjaga hati dan pikiran Anda untuk selalu bergetar dan memancarkan frekuensi yang sesuai dengan keinginan Anda. Maka, Rahasia Hukum Tarik Menarik akan meresponnya dan akan mengembalikan pada Anda sesuatu yang jauh lebih baik dan jauh lebih banyak lagi. Dahsyat….!!!
Ingatlah, ibarat sebuah pendulum yang berayun kekanan dan kekiri. Maka, didalam perjalan hidup Anda pasti Anda akan mengalami kondisi dan posisi yang mungkin tidak Anda inginkan. Ibarat sebuah pendulum, Anda jangan menahan pendulum itu, biarkan pendulum itu bergerak kembali ke posisi yang Anda inginkan. Jika Anda menahannya, yaitu jika Anda mengeluh, menggerutu atau menyalahkan orang lain, maka Anda akan semakin berat merasakannya.
Buat sebuah ‘kerelaan’. Lepaskan semua penahan-penahan yang merintangi pergerakan pendulum, sehingga dengan cepat pendulum itu bergerak kembali kearah yang Anda inginkan. Jika ada yang menyakiti, segera Anda maafkan walau dia tidak meminta. Jika ada yang luput, katakanlah “Allah akan memberi ganti yang lebih baik”. Katakanlah ‘lega rasanya’ atau katakan berulang-ulang untuk meyakinkan diri Anda sendiri : ‘ di dunia ini ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi’.
Dari irama inilah, banyak para pemimpin dunia yang mampu meramalkan kemunduran dan kejayaan mereka. Ketika sesuatu berada dipuncaknya, mereka akan cepat menyadari bahwa hal itu akan segera mulai berbalik arah. Jika tubuh Anda digerakkan terus menerus atau berolah raga sampai letih maka saat itulah Anda harus istirahat. Sehingga Anda akan semakin memahami rahasia Allah yang telah ditetapkan untuk kebaikan hidup Anda.
Salah satu yang bisa meyakinkan Anda pada hal ini adalah ‘mode’. Mode pakaian suatu saat akan menjadi sebuah tren yang digemari oleh banyak orang. Dan sesaat setelah mencapai puncaknya, mode ini akan mulai ditinggalkan. Namun, beberapa tahun atau puluh tahun kemudian, mode ini akan kembali digemari oleh banyak orang. Inilah irama yang sangat indah. Ikutilah irama ini untuk mempersiapakan diri Anda agar Anda selalu berinovasi untuk melahirkan hal-hal baru, dan agar Anda selalu kreatif mensikapi semua kehidupan ini.