Laman

Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

EKONOMI ISLAM: KAIDAH DAN PRINSIP (1)

Kaidah pertama: Harta milik Allah, manusia hanya diberi hak mengelola.

Allah berfirman, 'Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.' (al Hadid: 7)

Kepemilikan mutlak di sini adalah hak Allah Ta'ala semata. Di dalam kepemilikan yang mutlak inilah manusia diberi kekuasaan untuk mengelola harta ini dari segi menjaga, mengembangkan, dan menginfakkan.

Islam mengharamkan penimbunan dan pembekuan kekayaan. Allah Ta'ala berfirman, "Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka mendapat) siksa yang pedih. (At Taubah : 34)

Kemudian, Islam menetapksn zajat harta 2.5%. Islam juga telah menetapkan berbagai jalan dan pintu untuk mengembangkan harta, serta menutup berbagai bentuk usaha yang tidak disyari'atkan, yaitu usaha yang merampas kekayaan orang lain.

Sumber: Kharithah Masyru'ur-Ru'yah asy-Syamilah li Jama'ah Al-Ikhwanul Muslimin 1426H

Published with Blogger-droid v2.0.6

Senin, 26 November 2012

HAKIKAT UTAMA PROYEK PERADABAN KITA

Sahabat Mujahid Dakwah dan Tarbiyah, manusia di negara kita banyak yang telah kehilangan identitas dan jati dirinya. Hanya saja, usaha-usaha di bidang peradaban ini boleh di bilang mengalami kegagalan sejak reformasi 98 digulirkan. Barangkali, diantara penyebab utamanya adalah ketidakmampuan mengembalikan kapabilitas peradaban yang seharusnya dimiliki individu dan sosial, sesuai dengan persepsi Islami, serta bangunan sejarah dan kejiwaan seorang Muslim. Dimana sudah jelas bahwa peradaban ini harus dibangun 'Atas berkat Rahmat Allah' sebagaimana yang dirumuskan oleh para mujahid pendiri negara ini dalam Pembukaan UUD 45. Sehingga nilai dan arah pembangunan peradaban tidak lain agar Negara dan Bangsa Indonesia ini dirahmati oleh Allah.

Kita mengakui keunggulan peradaban Barat pada aspek materi, sehingga mereka menguasai kendali kekuatan dan kekayaan materi. Hanya saja, kita tidak menganggap peradaban Barat dengan semua dimensinya sebagai contoh yang hendak kita tiru.

Proyek peradaban kita berpijak pada pandangan yang terpadu, yang memerhatikan urusan-urusan manusia, sebagaimana ia memerhatikan urusan alam semesta dan kehidupan, mengaitkan semua itu dengan Rabb manusia, Pencipta alam semesta, Pemberi kehidupan, tanpa melebih-lebihkan dan tanpa mengurangi. Sehingga para mujahid pendiri negara ini merumuskan nilai yang disepakati sebagai pijakan dalam arah pembangunan bangsa dan negara Indonesia ke depan agar menjadi negara yang sehat dan kuat.

Nilai pertama yang dirumuskan adalah nilai ketuhanan yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa (Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya * Piagam Jakarta). Artinya semua komponen bangsa harus diarahkan dan dilindungi pelaksanaan nilai pertama ini dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan syariatnya masing-masing sebagaimana tujuan Pemerintahan Negara Indonesia ini dibentuk yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Disamping itu para penyelenggara negara juga harus bisa menjadi contoh dan tauladan dalam penerapan nilai ini. Bukan sebaliknya, justru penguasa dengan pengaruh dan order dari luar menuduh para dai dan orang-orang muslim yang taat sebagai tetoris.

Jika nilai pertama sudah dilaksanakan sehingga bangsa Indonesia ini mengenal Tuhannya dan tidak ada lagi yang mengaku atau bersikap sebagai tuhan bagi yang lain, maka nilai kedua baru bisa ditumbuhkan yaitu nilai Kemanusiaan yang dirumuskan oleh para mujahid pendiri bangsa ini dengan kalimat 'Kemanusiaan yang adil dan beradab'. Insaniyatul insan dalam materi tarbiyah kita adalah dalam rangka mewujudkan nilai kedua ini yaitu memanusiakan manusia agar menjadi manusia yang adil dengan kebenaran yang dibawa dan memiliki peradaban yang unggul karena tidak seperti atau menjadi binatang atau lebih sesat lagi dari binatang.

Alangkah panjang untuk menguraikan hal ini, mohon maaf jika sampai disini dulu penjelasan arah peradaban kita. Moga tetap semangat dalam dakwah dan tarbiyah.

Published with Blogger-droid v2.0.6

Jumat, 16 Maret 2012

ALHAMDULILLAH....

Disetiap hari banyak dinamika yang selalu menemani kehidupan setiap insan manusia. Naik turun, kanan kiri, siang malam, manis pahit dan sebagainya, semua adalah bagian dari dinamika hidup ini. Tidak ada yang langgeng, karena semua yang bernyawa pasti menuju ke satu hal yaitu kematian, kecuali hanya Dia Allah Sang Pencipta Yang Hidup dan Kekal.

Berapa lama hidup di dunia? Suatu hari saat saya naik mobil bersama sahabat-sahabat saya di Jakarta, ada satu obrolan, begini. Jika ada seorang anak yang lahir maka dikumandangkan ADZAN, dan nanti saat dia mati akan DISHOLATI. Berarti hidup hanyalah sepanjang antara waktu ADZAN sampai dikumandangkan IQOMAT tanda sholat dimulai. Yach, begitu pendek sekali..... Bahkan terkadang ada yang adzan langsung iqomat, lahir langsung meninggal. Alangkah baiknya, setelah adzan sambil menunggu 'iqomat' kita isi dengan banyak dzikir dan istighfar..... Astaghfirullah... dan juga isi dengan muhasabah diri.

Sabtu, 24 September 2011

Kesederhanaan dan Kesahajaan Seorang Pemimpin

Kesederhanaan dan Kesahajaan Seorang Pemimpin
dari Kitab "Idah al Shabirin wa Dzakhirah al Syakirin
Karya: Ibnu al Qayyim al Jauziyyah

Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[*], Sampai kamu masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. (QS 102: 1-4)

Kamis, 15 September 2011

Risalah Ta'alim Asy Syahid Hasan al Banna


RISALAH TA'ALIM


Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada imamnya para muttaqin, pemimpin para mujahid, junjungan kami Muhammad saw.; sebagai nabi yang ummi. juga semoga tercurahkan kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengikuti petunjuknya hingga hari Kiamat.

Rabu, 14 September 2011

Wirid dan Doa


Wirid Dan Doa


(plus teks Arab)
Kutipan dari Majmu’atur Rasail
Oleh Asy Syahid Hasan al-Banna 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
Doa-doa Siang-Malam

Senin, 12 September 2011

Kewajiban Beramal Jamai


KEWAJIBAN BERAMAL JAMA'I
Penulis: Jum'ah Amin Abdul Azis
Kitab: Ats-Tsawabit wal-Mutaghayyirat

Keikhlasan hati, kebersihan hati nurani, kesucian jiwa, ketulusan kata-kata, dan amanah dalam menunaikan tugas, semuanya itu merupakan akhlak mulia. Untuk menyempunakan akhlak itulah Rasulullah saw diutus agar setiap orang menjadi batu bata bagi pembangunan masyarakat yang baik.

Indonesia Rumah Impianku sebuah cacatan tragedi "Ambon" dan peringatan "9/11"

NKRI Harga Mati
Indonesia Rumah Impianku sebuah cacatan peristiwa "Ambon" dan peringatan "9/11"

"Peristiwa-peristiwa di dunia tidak terjadi secara kebetulan. Semua itu dirancang agar terjadi, entah berhubungan dengan isu-isu nasional atau perdagangan; sebagian besar dari peristiwa itu dipentaskan dan diurus oleh mereka yang memegang kendali"
-Denis Healey, mantan Menteri Pertahanan Inggris

Selasa, 06 September 2011

Mari Bershalawat


إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman di dalam Al-Qur’an yang artinya,
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. 33:56)