Laman

Minggu, 30 Desember 2007

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2007

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2007
Sebuah Catatan untuk Saudaraku di Pati


Tidak terasa tahun berjalan begitu cepat, dan sampailah kita di akhir penghujung tahun 2007. Dan ini adalah isyarat bagi kita orang-orang yang beriman bahwa akhir dunia sudah semakin dekat. Yang mana salah satu tandanya adalah waktu berjalan sangat cepat. Namun, ini bukanlah akhir dari amal kita untuk selalu berkarya. Jikalau besok kiamat itu datang, dan ditangan kita masih ada sebuah biji kurma, justru kita disuruh menanam sekarang juga, walaupun kita tidak bisa menikmati hasilnya. Karena dalam Islam yang terpenting adalah sebuah kerja, soal hasil kita serahkan pada Dia Allah Yang Maha Bijaksana.

Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, Maka Allah dan rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang Telah kamu kerjakan. (QS.9:105)

Kerja yang kita lakukan, bukanlah sekedar kerja biasa. Kita adalah sebuah komunitas yang telah ditarbiyah dalam sebuah system pembinaan yang begitu rapi, sistematis, dan dengan rentang waktu yang cukup lama.

Saat saya datang pertama kali di Pati ini akhir bulan Oktober 1998, komunitas ini belumlah sebesar sekarang ini. Kalau dihitung, anggotanya masih kurang dari 50 orang dengan Anggota Inti hanya 4 orang untuk menangani 21 kecamatan di Kabupaten Pati yang luas ini dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta orang.

Maka, pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan “Jazaakallaahu khairon katsiiro” kepada tiga al-akh yang punya andil cukup besar dalam membangun pondasi dakwah di Pati ini. Mereka adalah Al-Ustad Syu’aibul Huda dan Al-Ustad Setia Budi Wibowo yang sekarang menjadi Anggota Dewan di DPRD Kudus, serta Almarhum Al-Ustad Sugiharno. Merekalah yang bersama-sama merancang bangunan dakwah di Pati ini dengan dukungan dan arahan khusus dari Al-Ustad Dr. Ahzami Sami’un Jazuli, MA.

Masih ingat saat-saat dalam kebersamaan dengan mereka. Dan saya masih ingat betul saat Ustad Ahzami meminta saya sebagai seorang al-akh yang diberi amanah memimpin Yayasan untuk membangun sebuah pendidikan mulai dari Play Grup sampai Perguruan Tinggi di Pati ini. Dan meminta kepada al-akh almarhum Ustad Sugiharno untuk sabar dalam memimpin Partai Dakwah ini.

Maka, ada satu gambaran utuh kedepan dari bangunan dakwah di Pati ini yaitu sebuah Partai Dakwah yang besar, sebuah yayasan yang besar, sebuah lembaga sosial yang besar, sebuah koperasi Syariah yang besar, dan terakhir ada usaha-usaha riil yang juga besar untuk menjadi sumber dana bagi seluruh aktifitas dakwah di Pati ini. Itu adalah gambaran utuh dari keinginan para muassis dakwah di Pati ini.

Dari semua Anggota Inti para perintis dakwah, hanya tinggal saya sekarang yang masih berada ditengah-tengah komunitas yang semakin besar ini. Saya harus terus mengawal perjalanan dakwah ini, sampai tidak ada lagi fitnah dan seluruh sistem kehidupan dikembalikan pada Allah.

Di akhir penghujung tahun 2007 ini, saya bisa tersenyum karena bangunan yang diimpikan para muassis sudah ujud dalam ujud nyata dengan memberikan andil manfaat yang cukup besar bagi masyarakat luas.

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

Sampai penghujung tahun 2007 ini, Partai Keadilan Sejahtera di Pati dengan dua anggota dewan yaitu Akh Achmad Lutfinnur, SPt dan Akh. Kuntoyo, ST, didukung struktur yang semakin kokoh mulai dari tingkat Kabupaten sampai kecamatan bahkan ranting di desa-desa, telah mendapatkan hati ditengah-tengah masyarakat. Terkadang saat saya duduk-duduk bersama khalayak, mereka mengatakan bahwa saat ini hanya PKS yang bisa dipercaya. Bahkan, saat saya bertemu dengan seorang pengusaha bernama Drs, Sudrajat, Beliau masih saudaranya Bpk. Kotot Kusmanto (Mantan Wakil Bupati Pati). Beliau mengatakan keinginannya untuk maju tahun 2011 lewat PKS dan mengatakan pada saya “Pak Set, saya ingin Pak Set yang jadi Bupati dan saya wakilnya”. Lalu apa jawaban saya, “Di PKS ada sebuah etika, bahwa seorang kader tidak ada yang punya ambisi untuk menduduki suatu jabatan apapun, namun jika itu sebuah tugas yang telah diputuskan lewat syuro maka sebagai seorang kader dia tidak bisa menolaknya.”

Saya teringat, ketika Almarhum Al-Ustad Sugiharno dalam keadaan sakit keras dan sakaratul maut sudah menjelang tiba, Beliau merangkul saya dan mengatakan “Ana mau pergi kesana … (Sambil mata memandang keatas)… jaga Pati ini dan teruskan perjuangan ini. Kemudian, satu bulan setelah meninggalnya Beliau, saya bermimpi bertemu dengan Beliau dan Beliau mengatakan dalam mimpi itu “Nanti dakwah di Pati akan semakin begini… (menggambarkan dengan kedua tangan sebagai isyarat semakin meningkat dan semakin besar).”

Kesabaran ustads Sugiharno dalam memimpin Partai Keadilan diawal-awal pendirian sampai beberapa tahun sesudahnya, telah meninggalkan kesan dan pelajaran yang cukup besar bagi para penerusnya. Semoga Allah menempatkan Almarhum Ustad Sugiharno dalam syurga yang tinggi, mengampuni segala dosanya dan menutupi semua kesalahan dan kekurangannya.

Maka, saya meminta kepada Pengurus Partai diseluruh jenjang structural untuk tetap istiqomah pada jalan dakwah ini. Jadilah Kader Dakwah yang tangguh, karena kalian adalah ruh-ruh baru yang akan mendatangkan rahmat bagi semua alam dengan apa yang kalian bawa, yaitu Islam yang indah, yang mudah, yang penuh mawaddah wa rahmah dalam naungan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ingat kemenangan sudah semakin dekat!!! Semangatlah dan tetaplah FUN agar nanti mendapatkan hasil yang FUUUUNtastic.

YAYASAN PENGEMBANGAN UMMAT SIDIK PATI

Yayasan Pengembangan Ummat SIDIK Pati, yang didirikan tanggal 22 Desember 1998 juga telah menjadi yayasan yang sangat besar. Jauh lebih besar dari apa yang dulu pernah dibayangkan oleh para muassis dakwah. Di dua lokasi yaitu pertama di Sekarkurung Ds. Muktiharjo Kec. Margorejo dan di Kecamatan Juana, sekarang telah berdiri:

1. Play Grup Abu Bakar Ash-Shidiq, Ds Muktiharjo Kec. Margorejo Kab. Pati
2. TK Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shidiq, Ds Muktiharjo Kec. Margorejo Kab. Pati
3. SD Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shidiq, Ds Muktiharjo Kec. Margorejo Kab. Pati
4. Play Grup Abu Bakar Ash-Shidiq Juana Kab. Pati
5. TK Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shidiq Juana Kab. Pati
6. SD Islam Terpadu Umar bin Khaththab Juana Kab. Pati

Dan yang paling membahagiakan adalah semua lembaga telah menempati gedung milik sendiri. Gedung yang besar dan megah. Dan ini patut untuk disyukuri oleh semua kader yang berada di yayasan dan lembaga-lembaga sekolah dibawahnya. Syukur inilah yang akan menjadikan kita menjadi semakin sukses dan semakin kaya.

Semua yang diperoleh sekarang ini, disitu ada andil cukup besar dari Almarhum Suroso, SE. Walaupun beliau memimpim yayasan ini sementara waktu dan begitu singkat (tidak ada satu tahun), menggantikan saya karena suatu alasan rotasi kepemimpinan saat itu, Beliau telah memberikan jasa yang sangat besar. Beliau memberikan apa yang dimilikinya sehingga yayasan mampu membeli tanah hampir seluas 2000 m2 di sekarkurung Ds. Muktiharjo Kec. Margorejo Pati. Dan sekarang diatas tanah ini telah berdiri bangunan yang sangat megah. Ya Allah, terimalah amal Akh. Suroso dan tempatkan ia di syurga-Mu, ampunilah beliau dan tutupilah kesalahan beliau.

Tak lupa, saya ingin menyampaikan dengan tulus, rasa terima kasih yang cukup besar kepada Ibu Hj. Dra Lilis Yudha R. Karena Beliau sejak tahun 2000 telah meminjamkan rumahnya secara gratis untuk perintisan sekolah Plag Grup/TK Islam Terpadu Abu Bakar Ash-Shidiq. Semoga Allah memberikan balasan yang terbaik buat Ibu dan juga keluarga besar ibu.

Tanggal 25 Desember 2007 kemarin, telah diadakan sebuah rapat koordinasi. Khusus untuk membahas pendirian SMP Islam Terpadu Insan Mulia. Rapat yang penuh semangat dan ceria, seluruh peserta antusias. Dari Yayasan dihadiri Akh. Ripto Mugiono, SE (Bendahara), Abdul Karim SPt (Sekretaris), Sudarno, ST (Bidang Sarpras), Drs. Joko Sutrisno (Bidang Pendidikan). Dari lembaga ada Akh. Lukito Lebdo Ptiono, SPd (Kepala SD). Ibu Dwi Indah Mulyani (Wakil Kepala SD), Yusuf Siregar, SPt (Calon Kepala SMP IT), Ibu Endang Dwi R, SE (Kepala TK dan sekaligus calon Wakil Kepala SMP IT), Ibu Diah Sarimanah (Kepala Play Grup).

Saya pribadi sebagai Ketua yayasan sangat bahagia dan memberikan apresiasi yang besar pada acara rapat ini. Mengapa, walaupun saya karena ada acara yang bersamaan sehingga tidak bisa mengikuti sejak awal rapat, namun ternyata hasilnya sungguh luar biasa. Rancangan pendirian SMP IT betul-betul matang dan mencerminkan suatu ide dan pemikiran bersama. Dan inilah yang saya inginkan, bahwa di yayasan ini yang akan dibangun adalah system yang kuat, kerja yang professional, serta karakter SDM yang berkualitas dalam segala aspek yang mampu mendukung seluruh sistem yang dibangun. Dan saya sejak awal tahun ajaran 2006/2007 menyampaikan bahwa kita mulai menerapkan Tatal Quality Management (TQM) di yayasan dan lembaga-lembaga di bawah yayasan, serta menyusun Quality Assurance (QA) sebagai jaminan kualitas yang ditawarkan kepada public. Targetnya, lima tahun kedepan (Tahun 2012) seluruh aspek TQM dan QA sudah bisa terimplementasikan dengan baik saat menjelang Pendirian sebuah Perguruan Tinggi. Allahu Akbar!!!

Maka, melalui tulisan ini saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh pengurus yayasan baik pusat maupun cabang, kepada seluruh kepala lembaga dan juga wakilnya, kepada seluruh ustad dan ustadzah, kepada para staff adminsitrasi dan cleaning service, dan tak lupa kepada ibu-ibu yang berada didapur Abu Bakar Ash-Ashidiq. Anda semua adalah tim yang DAHSYAAAAAT!!!!

Disini saya ingin menyampaikan apa yang ada dihati saya, bahwa saya tetap kukuh dengan apa yang telah dirancang tentang yayasan di Pati. Bahwa hanya ada SATU YAYASAN yang akan menaungi lembaga-lembaga pendidikan di Pati ini. Karena saya tidak ingin menyakiti para pendahulu yang punya andil besar dalam merancang dan merintis dakwah di Pati. Apalagi dengan cara mendirikan yayasan baru yang bergerak dibidang yang sama yaitu bidang pendidikan. Apakah tidak cukup dengan satu yayasan yang besar, yang punya pengaruh besar, yang punya jaringan besar, dan yang punya sumber dana yang besar? Ingat...!! sedikit saja ada kekeruhan dalam niatan akan berpengaruh besar pada masa depan perjalanan apapun yang kita rintis.

LEMBAGA AMIL ZAKAT ASH-SHIDIQ (LAZASH)

Alhamdulillah, sesuai dengan rancangan diawal, LAZASH telah berdiri sendiri terlepas dari yayasan yang dulu menaunginya. Bidang Sosial adalah bidang geraknya. Dan satu hal yang selalu didapat selama perjalanan sejak awal sampai sekarang adalah target peroleh ZISWAF selalu terlampaui. Allahu Akbar!!

Manajement baru dan support system yang juga baru, menjadikan Lazash sebagai sebuah Lembaga Amil Zakat di Pati yang keberadaannya semakin dipercaya dan diakui. Bahkan sejak November 2007, target bulananpun juga telah terlampaui. Kedepan, dengan integrasi dengan yayasan yaitu dibentuknya sebuah front office di kampus sekarkurung, diharapkan pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih baik. Ini berfungsi sebagai Kantor Pusat LAZASH, dan dikecamatan lainnya berfungsi sebagai cabang-cabangnya. Jadi hanya ada satu Lembaga Amil Zakat yaitu LAZASH yang keberadaannya disupport penuh agar menjadi BESAR dan TERPERCAYA.

Jazzaakumullah khoiran katsiir… saya sampaikan kepada Akh. Achmad Lutfinnur, SPt dan Akh. Sukardi serta ikhwah lainnya yang punya andil membesarkan Lembaga Amil Zakat Ash-Shidiq.

KOPERASI SYARIAH HARAPAN UMMAT

Masih teringat disaat awal-awal pendirian Koperasi ini, dukungan struktur dakwah sangatlah minim, bahkan suara-suara pesimis bermunculan. Namun, itu semua justru menjadi bahan bakar bagi para perintis koperasi ini untuk selalu melangkah maju dan memandang jauh kedepan. Bahkan, pada satu kesempatan di bulan April 2005 di masjid sabilillah saya pernah menyampaikan kepada Akh. Agus Sugeng R, SE, Ak sebagai manajer utama BMT Harum di bawah Koperasi Syariah Harapan Ummat, “ Sebagai sopir pada BMT Harum, antum harus tetap pegang kendali ini dengan kokoh, tataplah jauh kedepan, teruslah maju, insya Allah tahun 2007 kita akan terjun di Property.”

Dan saya pun memberikan kepada para pegawai BMT yang saat itu baru 3 orang (Mas Karmijan, Mbak Dais, Mbak Dwi) sebuah menu khusus yaitu SATE. Apa itu SATE? Semangat Amanah Tekun dan Enjoy aje… Dan saya menyampaikan target peada mereka waktu itu yaitu 600 juta ditahun pertama sampai nanti pelaksanaan Rapat Akhir Tahun (RAT) yang pertama. Apa komentar mereka? Salah satu diantara mereka mengatakan, 600 juta itu uang semua pak? Ya, walaupun dengan modal diawal 42 juta, insya Allah BMT Harum akan melesat dengan cepat. RAT pertama membukukan asset sebesar Rp.1.032.000.000,- lebih. Sekarang diakhir tahun 2007, dengan 2 cabang di Tayu dan Rembang, Asset sudah mencapai 3 Milyar. Wow…. Luar Biasa. Allahu Akbar wa lillahilhamdu…!!! Apa yang saya impikan? Saya ingin suatu saat nanti Koperasi ini bisa melampaui Kospin Jasa.

SEKTOR RIIL

Setelah Koperasi Syariah berdiri dengan kokoh, maka mulailah saya merancang usaha-usaha di sekotr riil yang nantinya bisa menjadi sumber dana yang besar untuk kepentingan dakwah dan ummat ini. Saya rancang dan saya kumpulkan satu persatu tim ini mulai pertengahan tahun 2005. Yaitu tim yang nantinya menjadi mastermind bisnis di sector Property. Mengapa Property yang saya pilih. Karena Property inilah yang bisa dengan cepat mendatangkan hasil yang luar biasa.

Sampailah pada tanggal 06 Nopember 2006. Dan saya pernah menulis dalam diary saya tentang tanggal 06 Nopember 2006 ini.

TANGGAL 06-11-06

Ada apa dengan tanggal 06 November 2006?

Bertempat dirumah Abdul Karim, SPt, aku kumpulkan teman-teman yang telah aku pilih untuk dijadikan Team dalam Bisnis Properti, mereka adalah:

Sugiyanto, ST
Sutrisno, ST
Abdul Karim, SPt
Suwarno
Saya sendiri

Dalam rapat malam itu, diputuskan untuk merintis bisnis properti dengan menggunakan CV Insan Pesona. Ini langkah gila. Memang kata teman di yayasan yaitu Pak. Darno, ”Pak Set memang gila.”

Ini bagiku adalah BODOL, Bisnis Optimis Dengan modal Orang Lain.... Aku tak ingin bicara soal ini saat sekarang. Akan Aku buktikan dulu sampai Bisnis Propertiku ujud dalam alam nyata.

Sekarang, diakhir penghujung tahun 2007, bisnis Property telah ujud dan bahkan target 40 unit rumah yang dipasarkan tahun 2007 terlampaui jauh lebih banyak yaitu menjadi 124 unit yang telah HABIS dipasarkan. Subhannallah..!!!

Tim ini telah merancang sebuah visi dan telah disosialisasikan kepada para pegawai di Property ini yaituVisi tahun 2025 omset perusahaan ini yaitu PT. PESONA JAVA PERKASA mencapai 5 Trilyun dengan keuntungan minimal 20%.

Setelah property berdiri masih ada rencana yang lain, dan saya tidak ingin banyak bicara tentang semua rencana dan impian saya, yang jelas bagi saya adalah hidup harus bisa mendatangkan kehidupan bagi yang lain. Hidup sekali dengan mendatangkan manfaat yang abadi. Kalau saya bisa mencapai semua ini, maka Andapun pasti bisa. Karena semua orang telah diberi banyak potensi yang dahsyat, jauh lebih besar dari apa yang dipikirkan oleh diri mereka sendiri. Sekarang langkahkan kaki. Jalan yang gelap didepan Anda pada malam hari pasti akan tersibak dengan langkah-langkah kaki Anda walau dengan langkah kecil-kecil. Dan pasti akan sampai tujuan dengan ijin dan pertolangan Allah asal Anda mau bekerja, bekerjalah sekarang juga!!!

Jumat, 28 Desember 2007

KEKUATAN SEPENUH HATI

KEKUATAN SEPENUH HATI

Oleh:
Prof. Roy Sembel (Smart_WISDOM@ yahoogroups. com)
Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta

Sandra Sembel, pemerhati dan praktisi pengembangan SDM
(ssembel@yahoo. com)

Gajah mati meninggalkan gading. Harimau mati meninggalkan belang. Manusia mati meninggalkan nama: nama baik, nama buruk, nama harum dan nama busuk. Yang mana yang kira-kira akan Anda tinggalkan? Pernahkah terpikirkan oleh Anda? Lalu apa hubungan hal ini dengan judul artikel kali ini? Ya, salah satu cara untuk meninggalkan nama baik adalah dengan memanfaatkan kekuatan sepenuh hati secara konsisten di setiap pekerjaan yang kita lakukan dimanapun kita berada. Simak yang berikut.

Manfaat Sepenuh Hati

Apa manfaatnya bagi kita dan orang-orang di sekitar kita jika kita melakukan pekerjaan kita dengan sepenuh hati?

Kualitas prima. Siapa yang tidak kenal dengan Mozart, si genius dalam musik klasik yang karyanya sampai saat inipun masih bisa dimainkan dan dinikmati banyak orang di seluruh dunia. Menjelang akhir hidupnya, ia kehilangan penglihatannya. Namun, karena ia selalu melakukan pekerjaannya dengan sepenuh hati, ia pantang menyerah. Ia tetap berkarya, dan hasilnyapun luar biasa. Jadi, bisa kita lihat bahwa segala sesuatu yang dikerjakan dengan sepenuh hati pastinya akan membuahkan hasil yang `sepenuh hati' juga, yaitu hasil yang terbaik yang bisa kita persembahkan.

Layanan prima. Lain Mozart, lain pula dengan Ibu Teresa dan Florence Nightingale. Kedua ibu ini juga mendedikasikan seluruh hidup mereka dengan sepenuh hati untuk melayani banyak orang. Ibu Teresa melayani kaum papa di Asia Selatan, sedangkan suster Florence memberikan perawatan kepada para korban yang luka dalam perang. Dengan kesungguhan mereka memberikan layanan, mereka berhasil membuat perubahan di dunia yang mereka layani. Mereka juga berhasil mengukir `nama baik' karena layanan sepenuh hati yang mereka berikan.

Solusi prima. Bagaimana dengan Thomas Alva Edison si penemu bola lampu listrik? Tahukah Anda berapa kali percobaan yang harus ia lewati untuk sampai pada penemuan spektakuler tersebut. Ya, Anda benar, ia harus melewati bukan 10 kali kegagalan, bukan juga 100 kali kegagalan, tetapi mendekati 1000 kegagalan dulu sebelum akhirnya berhasil. Ia belum puas ketika belum menemukan solusi yang terbaik dari apa yang dicarinya. Keinginannya untuk bekerja sepenuh hati inilah yang mampu mendorongnya untuk terus berusaha dan bangkit kembali dari kegagalan, serta bertahan sampai solusi terbaik ditemukan. Ternyata keberhasilan ini tidak hanya bisa dimanfaatkan oleh dirinya sendiri, tetapi oleh semua orang diseluruh dunia.

Kepuasan prima. Siapa yang senang jika pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati berhasil dengan baik? Pastinya tidak hanya orang lain saja yang puas menikmati hasil karya kita tersebut, tetapi terutama adalah diri kita sendiri. Kita akan bangga dan puas melihat hasil karya kita dan melihat orang lain puas menikmati hasil karya kita. Kepuasan inilah yang bisa menjadi `vitamin' dan penambah semangat untuk melakukan pekerjaan berikutnya dengan sepenuh hati juga. Kepuasan ini juga mendorong orang lain untuk `mencari' kita dan `mengandalkan' kita dalam segala hal yang kita lakukan.

Keuntungan prima. Sebuah tayangan televisi swasta tentang sebuah rumah makan yang menyajikan sop kepala ikan di Singapura memperlihatkan wawancara televisi tersebut dengan si pemilik restoran. Sang pemilik mengatakan bahwa ia sendiri memang sangat menyukai sop ikan, namun sop ikan yang selama ini ia temukan tidak pas di lidah. Sehingga ia akhirnya mencoba menemukan resep sop ikan sendiri yang sesuai dengan apa yang diinginkannya dan dibayangkannya sebagai sop yang palin enak. Lalu, iapun melakukan berpuluh-puluh kali percobaan guna mendapatkan resep yang paling enak. Akhirnya begitu resep didapatkan, ia mulai mencoba dan menawarkan pada pelanggan. Hasilnya, pelanggan puas, dan menjadi pelanggan loyal. Bahkan para pelanggan tersebut juga membawa pelanggan lain untuk mencoba sop ikan di restoran ini. Tentu saja hal ini meningkatkan keuntungan si pemilik restoran, sehingga ia harus menambah jam layanan dan menambah pegawai untuk melayani para tamu yang datang.

Bagaimana bekerja dengan sepenuh hati

Jika And sudah mengetahui beberapa manfaat utama dari bekerja dengan sepenuh hati, dan ingin mulai melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, lalu bagaimana caranya?

Tujuan. Untuk melakukan pekerjaan sepenuh hati, kita perlu tahu dengan rinci apa hasil akhir yang ingin kita dapatkan dari tiap pekerjaan yang kita jalankan. Jika kita akan memulai usaha di bidang makanan, makanan apa yang akan kita sajikan, suasana yang bagaimana yang akan kita bangun, siapa yang akan kita layani, apa yang mereka sukai. Semakin rinci tujuan dari tiap pekerjaan tersebut, semakin baik, karena semakin jelas bagi kita untuk melakukan persiapan dan memilih strategi yang tepat untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut dengan hasil yang spektakuler.

Ketulusan. Yang sangat penting untuk dimiliki dalam melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati adalah ketulusan. Jika kita tidak bisa tulus dalam melakukan pekerjaan, sebaiknya kita tidak melakukan pekerjaan tersebut dan mencari pekerjaan lain yang bisa kita lakukan dengan ketulusan. Ketulusan membuat kita mampu bertahan terhadap berbagai kritik pedas dan mengubahnya menjadi masukan bermanfaat. Ketulusan juga membuat kita mampu menghadapi berbagai kendala dan kegagalan dan mengubahnya menjadi pelajaran menuju sukses. Jadi, pastikan dalam tiap pekerjaan, kita melakukannya dengan tulus.

Persiapan. Selanjutnya, jika kita bekerja dengan sepenuh hati, pasti kita punya keinginan untuk mempersembahkan hasil karya terbaik. Hasil karya terbaik membutuhkan persiapan yang seksama dan matang. Persiapan tidak hanya menyangkut persiapan fisik, sarana dan prasarana, tetapi terutama adalah persiapan non-fisik, seperti pengetahuan, keterampilan, sikap mental dan emosional. Persiapan ini sangat penting karena merupakan `peluru' kita dalam mebidik sukses. Walaupun kita sudah membidik dengan benar, namun jika tidak ada peluru, sia-sia saja. Peluru ini senantiasa harus diperbaharui dan ditingkatkan agar hasil bidikan berikutnya menjadi lebih baik dan lebih mantap dari yang sebelumnya.

Semangat. Hal berikut yang perlu kita perhatikan dalam melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati adalah `passion' atau semangat yang berbaur dengan kecintaan pada tiap pekerjaan yang kita jalankan. Namun tidak selalu kita mendapatkan pekerjaan yang sepertinya kita sukai. Jadi, begitu kita harus melakukan sesuatu, coba temukan hal-hal yang bisa kita sukai/minati, sehingga kita akan dengan senang hati melakukannya. Jika kita mendapat tugas ke luar kota, dan ternyata tugas tersebut sepertinya tidak menarik, mungkin kita bisa memikirkan manfaat dari tugas tersebut, baik bagi diri sendiri (menambah pengalaman, pengetahuan dan keterampilan) , maupun dampak positif tugas tersebut bagi orang lain. Ini perlu untuk membangkitkan rasa cinta dan semangat terhadap pekerjaan. Pekerjaan yang dilakukan dengan sepenuh hati dengan semangat dan kecintaan yang tinggi akan memberikan hasil yang luar biasa.

Nah, apakah Anda sudah melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda dengan sepenuh hati atau masih separuh hati? Mungkin sudah saatnya Anda mencoba melakukan perubahan dengan menerapkankekuatan bekerja sepenuh hati. Sukses untuk Anda.

MENYONGSONG TAHUN 2008 DENGAN BERBEKAL GOOD GOVERNANCE

MENYONGSONG TAHUN 2008 DENGAN BERBEKAL GOOD GOVERNANCE
Mas Achmad Daniri
Ketua Komite Nasional Kebijakan Governance
www.governance- indonesia. com

Tahun 2007 hanya tinggal menghitung hari, dan siap atau tidak tahun 2008 sudah berada di ujung mata. Untuk sebagian orang, pergantian tahun merupakan saat yang dinanti-nanti, dan dirayakan dengan penuh suka cita. Sebagian lagi masih diliputi tanda tanya bagaimana kondisi negara ini dan juga pengaruhnya pada bisnis mereka, atau ekonomi Indonesia secara umum.

Tentu mau tidak mau kita harus siap menyongsong dan menjalani tahun 2008, namun ada baiknya kita belajar dari apa yang terjadi selama 365 hari kemarin, supaya kita bisa lebih bersiap diri dalam menghadapi segala tantangan dan meraih kesempatan. Maka, sebelum mengintip seperti apa perkiraan situasi bisnis di tahun 2008, mari kita sejenak melihat apa saja yang sudah terjadi dengan Indonesia di tahun 2007.

Kita semua tahu bahwa untuk dapat menciptakan situasi usaha dan pasar yang efisien serta transparan, perlu didukung dengan penerapan Good Corporate Governance yang konsisten, serta membutuhkan keterlibatan dan dukungan penuh dari para pelaku usaha, Negara dan juga masyarakat. Jadi kunci dari kondisi usaha yang baik adalah kalau semua pihak yang terkait menerapkan Good Governance. Kenapa begitu? Karena hanya dengan penerapan Good Governance yang konsisten, maka Negara dan perangkatnya bisa menciptakan peraturan perundangan yang menunjang iklim usaha yang sehat, efisien dan transparan, serta melaksanakan peraturan perundangan tersebut dan menegakkan hukum secara konsisten; pelaku usaha menerapkan Good Corporate Governance dengan dilandasi etika bisnis yang baik; serta masyarakat bisa menunjukkan kepeduliannya dan kontrol sosial secara obyektif dan bertanggung jawab terhadap aktivitas bisnis dan juga pemerintahan.

Maka, coba kita lihat bagaimana penerapan Good Governance di Indonesia selama setahun terakhir. Awal tahun ini, Komite Nasional Kebijakan Governance telah menyempurnakan Pedoman Umum Good Corporate Governance dan merintis pembuatan Pedoman Good Public Governance (Combined Code) yang pertama di Indonesia, dan mungkin bahkan di dunia. Ini merupakan sebuah terobosan dan bukti kepedulian terhadap penciptaan kondisi usaha yang lebih baik dan menjanjikan di Indonesia, jika diterapkan dengan konsisten.

Pemerintah melalui perangkatnya juga terlihat melakukan banyak pembenahan untuk memperbaiki citra pemerintah dan keseriusannya dalam meningkatkan praktik good public governance di Indonesia. Walaupun masih banyak pekerjaan rumah, terlihat bahwa melalui pemberdayaan Badan Pemeriksa Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi, Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Kejaksaan Agung, dan juga Kepolisian; telah cukup banyak temuan dan kasus-kasus yang diangkat ke permukaan dan diterapkan enforcement atas para pelanggar tersebut. Ini merupakan bukti adanya akuntabilitas Pemerintah dalam melakukan pengelolaan negara dengan baik, serta keterbukaan kepada Publik terhadap kasus-kasus yang ada. Tentunya juga sebagai bentuk consistent law enforcement, kondisi ini juga memberikan pelajaran bagi para penyelenggara negara dan pihak lain yang ikut serta dalam melakukan praktik kolusi, korupsi dan nepotisme. Juga memberikan efek jera bagi yang lainnya untuk tidak melakukan hal serupa, karena ternyata akan ada ganjaran yang diberikan yang disebabkan tindakan merugikan rakyat. Selain itu, juga kita lihat adanya pembersihan yang dilakukan di berbagai departemen, sudah bukan rahasia lagi bahwa pimpinan departemen berusaha untuk mencari orang-orang bersih yang ditempatkan sebagai jajarannya, dan merotasi serta memutasi mereka yang selama ini terkenal tidak clean. Seperti telah diungkapkan sebelumnya, memang apa yang dilakukan di Indonesia masih jauh dari sempurna, dan masih banyak mereka yang melakukan penyimpangan, tapi setidaknya, masih ada orang-orang yang memiliki integritas untuk melaksanakan amanah rakyat dalam mengelola negara ini.

Masyarakat juga semakin kritis. Kalau dulu lebih banyak yang bungkam, kini kita lihat bahwa rakyat sudah semakin sadar akan apa yang terjadi di negara ini. Kritisi mengenai pemerintah, pola penyelenggaraan yang terkadang memang belum pas di hati rakyat, serta kritisi yang ditujukan kepada para pelaku usaha yang jelas-jelas melanggar praktik governance yang baik, berbisnis tidak etis dan melupakan kewajiban-kewajiban nya pada negara serta pada rakyat sekitarnya.

Secara riil, melihat data investasi yang masuk ke Indonesia selama tahun 2007 ini, ada perkembangan yang cukup luar biasa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu terjadi peningkatan 100% pada realisasi PMA, dengan nilai realisasi investasi yang sudah menembus 9
juta dolar US. Melihat kondisi diatas, tentunya kita berpikir bahwa negara telah berusaha untuk mereformasi diri secara positif, apalagi dimana-mana kita dengar bahwa para penyelenggara negara kita berjanji untuk bekerja dengan bersih, bertanggung jawab semata-mata untuk kepentingan rakyat. Di lain pihak, para pelaku usaha juga berlomba-lomba untuk menunjukkan kepada publik, dan investor khususnya bahwa pengelolaan perusahaan dilandaskan pada prinsip-prinsip GCG. Tapi kenapa, penilaian dari lembaga-lembaga internasional, sepertinya tidak ada perubahan yang signifikan didalam menerapkan Good Governance secara konsisten, yang tentu saja berdampak pada kondisi usaha yang sehat di Indonesia. Apakah praktik yang baik ini baru sebatas pembicaraan manis saja? Atau dengan kata lain, perilaku yang ada belum menjadi bagian hidup para insan, khususnya penyelenggara negara dan pelaku usaha, di Indonesia.

Sebuah survey yang dilakukan oleh World Bank di tahun 2007 menunjukkan ada perbaikan dalam situasi bisnis di Indonesia, misalnya pada pembentukan usaha baru, disebutkan bahwa Indonesia telah menunjukkan adanya reformasi positif, dengan percepatan pemberian persetujuan pemberian lisensi usaha dari Departemen Kehakiman, dan juga simplifikasi persyaratan usaha. Selain itu, kini Indonesia juga telah melakukan pencatatan semua kreditur dalam "credit registries", dan memperbesar pagu kredit hampir 5 kali lipat, ini tentunya akan memudahkan para entrepreneur untuk menambah modal usahanya tapi juga menjaga terhadap risiko pemberian kredit bermasalah. Dan juga ada perbaikan dalam peng-eksekusi- an kontrak di Indonesia. Walaupun demikian, dalam urutan peringkat kita malah menurun, dari total 175 negara, kita ada pada posisi 135, turun 4 peringkat dibanding tahun lalu. Dari sini bisa disimpulkan bahwa penerapan governance yang baik di Indonesia sudah ada kemajuan, namun negara-negara lain nampaknya berlari lebih cepat dibandingkan Indonesia, karena mereka yakin dengan upaya demikian, mereka unggul dalam menarik investasi.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya bahwa kunci pertumbuhan usaha yang berkelanjutan adalah penerapan Good Corporate Governance, sekarang marilah kita lihat juga survey yang dilakukan oleh ACGA (Asian Corporate Governance Association) tentang praktik corporate governance di Asia, termasuk di Indonesia. Dalam survey tersebut, disebutkan bahwa penerapan indikator-indikator Good Corporate Governance di Indonesia ternyata semuanya berada dibawah rata-rata. Indikator ini meliputi prinsip dan praktik governance yang baik, penegakkan peraturan, kondisi politik dan hukum, prinsip akuntansi yang berlaku umum, serta kultur.

Dalam laporan itu disebutkan ada beberapa hal yang baik di Indonesia. Pertama, walaupun kondisi pelaporan keuangan di Indonesia masih belum memadai, tetapi ternyata kualitas pelaporan keuangan kuartalan cukup bagus. Selain itu, ternyata Indonesia juga memiliki kerangka hukum yang paling strict dalam memberikan perlindungan untuk pemegang saham
minoritas, khususnya dalam pelaksanaan pre-emptive rights (hak memesan efek terlebih dahulu). Dan ketiga, gerakan anti-korupsi yang dilakukan Pemerintah, kini telah menunjukkan hasil yang cukup positif. Ditambah lagi, penyempurnaan Pedoman Umum Good Corporate Governance, dan Pedoman GCG Sektor Perbankan yang dilakukan di Indonesia. Namun, lagi menurut laporan tersebut, memang belum banyak yang percaya bahwa Pemerintah cukup serius mendorong penerapannya.

Lebih lanjut, walaupun sudah ada program anti-korupsi, nampaknya saat ini Pemerintah masih menghadapi problem kredibilitas. Kekecewaan akan kredibilitas Pemerintah ini terdengar sekali gaungnya di pasar, dan terefleksikan dari kualitas pelaporan keuangan yang masih rendah, tingkat pengungkapan yang rendah mengenai kejadian-kejadian penting yang dapat mempegaruhi kondisi usaha serta kepemilikan saham Direksi dan Komisaris, masih terbukanya peluang melakukan insider trading, rendahnya keterlibatan investor, sikap antipati dan juga sikap skeptis yang ditunjukkan oleh sebagian perusahaan terhadap penerapan Good Governance. Semua ini sangat tidak membantu perbaikan usaha, apalagi tingkat penegakkan hukum yang masih dirasakan lemah, serta masih adanya regulator yang tidak independen dalam melaksanakan perannya.

Jadi bagaimana kira-kira situasi dan kondisi di tahun 2008? Tentu tidak akan ada perubahan atau bahkan memburuk, jika kita sudah merasa puas dengan apa yang kita capai sekarang, dan hanya duduk berpangku tangan, karena merasa semua pihak telah cukup melakukan perbaikan yang diperlukan.

Perlu diingat bahwa Good Governance bukanlah euphoria sesaat. Tidak sekonyong-konyong, kita sering mendengar sepertinya semua pihak sepakat bahwa Good Governance itu penting dan berjanji untuk menerapkannya. Namun jika tidak ada tindak lanjutnya... .. berarti kita tidak peduli dengan apa yang akan kita alami.... mungkin the 2nd crisis? Kalau ingin ada perbaikan dalam kondisi bisnis dan kondisi negeri ini secara umum, kita semua harus terus berperan dalam memperbaiki perilaku kita dalam berusaha dan dalam mengelola negara ini. Karena perubahan menjadi sesuatu yang lebih baik tidak terjadi dalam semalam. Harus ada usaha, komitmen dan kesungguhan yang terus-menerus dilakukan secara berkelanjutan. Tentu memerlukan juga perubahan sudut pandang dari diri kita masing-masing mengenai apa yang dimaksud bekerja dengan integritas.

Mengapa Good Governance menjadi begitu penting untuk bisa memperbaiki kondisi Indonesia? Ada beberapa alasan. Belajar dari krisis ekonomi, bad Governance menyebabkan beban bagi APBN, baik dari sisi penerimaan maupun pengeluaran, tidak cukup mampu untuk menggerakkan roda perekonomian. Daya saing kita juga menjadi sangat lemah, dan tidak cukup mampu untuk menarik investasi. Suburnya KKN juga menghambat pemerataan kesempatan berusaha. Oleh karena itu, kedepan, kita tidak punya pilihan selain berbisnis dan bekerja dengan mewujudkan lingkungan usaha yang sehat, tanpa korupsi dan tanpa suap. Karena lingkungan usaha yang sehat dan tingkat aktivitas negara dalam memerangi korupsi masuk dalam 10 indikator utama yang dijadikan pertimbangan bagi investor untuk berinvestasi. Maka, perlu ada consistent law enforcement dan implementasi Good Governance secara bersama-sama, baik di sektor korporasi maupun di sektor publik.

Sesungguhnya inti dari persoalan-persoalan bangsa yang tak kunjung tuntas adalah masalah governance, jika kita tidak mengobati akar persoalannya jangan harap kita dapat mengatasinya secara tuntas.

Bagaimana kita bisa memperbaiki kondisi kita di 2008? Ada beberapa faktor yang bisa menjadi pemicu untuk perbaikan ekonomi. Pertama, Hukum – dengan adanya kerangka hukum yang baik dan memadai untuk menciptakan iklim usaha yang sehat, serta didukung dengan penerapannya secara konsisten, termasuk pemberian sangsi bagi mereka yang melanggar, maka akan ada dorongan regulasi (regulatory driven) yang memaksa semua pihak untuk patuh (comply). Kedua, Ekonomi – disini lebih menekankan pada kinerja pasar, dimana masyarakat dan investor menilai sebuah perusahaan dari kinerja (performance) , jika ada dorongan pasar (market driven) maka akan terbentuk sebuah sistem di pasar yang secara otomatis akan memberikan penghargaan dan penilaian yang lebih tinggi pada perusahaan yang terbukti menerapkan GCG dan memiliki kinerja baik, juga menghukum mereka yang tidak, dengan terefleksikan pada penurunan harga saham perusahaan, atau penurunan kepercayaan investor dan masyarakat internasional kepada suatu negara. Dan, ketiga adalah Etika – dimana untuk ada dorongan etika (ethics driven) dibutuhkan adanya kesadaran dari semua pihak untuk berperilaku, berusaha, serta bekerja dengan etika (conformance) . Ethics driven dapat diumpamakan sebagai kasta tertinggi, karena penerapan Good Governance bukan lagi karena ada peraturan yang mengharuskan, atau karena jika tidak dilakukan, maka kita tidak dianggap sebagai perusahaan atau tempat berusaha yang menarik lagi – namun, penerapan Good Governance jika didorong oleh ethics driven, merupakan sesuatu yang diterapkan karena pihak-pihak yang terkait sadar bahwa hal itu memang diperlukan sebagai perwujudan pertanggung jawaban dan amanah yang diberikan, serta hanya dengan penerapan Good Governance yang berkelanjutan, maka kita dapat berkembang dengan sehat.

Idealnya, penerapan Good Governance perlu ketiga dorongan tersebut secara bersama-sama. Dalam masyarakat yang maju, dorongan regulasi hanya dibutuhkan untuk mengatur aspek transparansi dan fairness guna mewujudkan iklim bisnis yang sehat, selebihnya diserahkan pada dorongan pasar dan dorongan etika. Namun, untuk situasi di Indonesia saat ini masih belum optimal untuk memungkinkan kondisi tersebut terjadi. Saat ini sepertinya kita harus sadar diri, bahwa kita masih perlu memfokuskan pada compliance, sehingga dorongan regulasi
termasuk penegakkannya masih menjadi faktor utama keberhasilan penerapan governance yang baik di Indonesia.

Di Indonesia, kita memiliki banyak sekali Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup memiliki dampak terhadap kondisi ekonomi, dan Pemerintah sangat berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap cara perusahaan tersebut dijalankan. Selain itu, terdapat korelasi antara mereka yang memiliki kekuatan politis dan duduk dalam Pemerintahan serta Birokrasi, dengan mereka yang memiliki kekuatan ekonomis. Umumnya kedua pihak tersebut cenderung untuk mendukung dan membela satu sama lain, khususnya jika ada ancaman terhadap posisi mereka. Pada situasi seperti ini, banyak yang lupa bahwa mereka berada disana untuk memastikan adanya sistem yang baik yang bertujuan untuk membela kepentingan publik dan mensejahterakan rakyat. Dengan kondisi seperti ini, sepertinya masih sulit untuk bisa menciptakan market driven dan ethics driven yang cukup kuat.

Kalau kita perhatikan, secara umum, sektor usaha di Indonesia yang paling concern dalam menerapkan Good Corporate Governance adalah perbankan. Kenapa begitu? Karena BI punya aturan khusus yang mengatur GCG perbankan, dan ada program monitoringnya setiap tahun, serta memberikan sangsi jika ada bank yang tidak mematuhinya. Hasilnya, penerapan governance yang baik di perbankan jauh lebih merata dibandingkan sektor lain. Di sektor lain ada yang memperoleh peringkat cukup tinggi sesuai standar internasional, namun gapnya masih sangat lebar dibanding sesama perusahaan di dalam sektornya masing-masing.

Di beberapa negara lain yang sudah lebih maju dalam reformasi praktik governance yang baik, kita lihat juga bahwa banyak peranan SRO (misal: Bursa Efek), yang mengatur para perusahaan publik untuk menjalankan bisnisnya dengan etika melalui penerapan GCG. Peraturan yang mereka terbitkan antara lain mewajibkan emiten untuk menerapkan GCG sesuai pedoman standar nasionalnya, dan mempublikasikan perkembangan penerapannya di laporan tahunan, agar publik bisa melakukan penilaian, dan juga ada sangsi bagi emiten yang tidak mematuhi kewajiban tersebut.

Ini sebenarnya bisa jadi contoh untuk Indonesia, kita mulai dari dorongan regulator, sambil terus mengedukasi pebisnis dan masyarakat, secara bertahap bisa tercipta keseimbangan antara dorongan regulasi, dorongan pasar, dan dorongan etika. Sehingga, terdapat kesadaran bahwa setiap pihak punya tanggung jawab untuk bisa mewujudkan kondisi ekonomi yang lebih baik di negara ini. Jadi, jika kita mendambakan iklim bisnis yang kondusif melalui penerapan governance yang baik di tahun 2008 ini? Mudah-mudahan kita semua sadar bahwa kondisi yang baik ini harus diusahakan secara serius, dan tidak akan ada perubahan yang positif jika semua pihak melakukannya dengan setengah hati.

Secara makro ada beberapa reformasi yang juga harus kita lakukan, namun yang utama adalah melakukan perbaikan pada sektor pelayanan publik dan investasi melalui penerapan Good Governance. Pelayanan publik dan investasi saat ini menjadi ranah dimana penyelenggara Negara berinteraksi dengan dunia usaha dan masyarakat. Ini berarti, jika terjadi perubahan yang signifikan pada pelayanan publik, maka dengan sendirinya masyarakat luas dapat langsung merasakan manfaatnya. Pelayanan publik dan investasi juga merupakan ranah dimana berbagai aspek Good Governance dapat diartikulasikan secara lebih mudah. Nilai-nilai yang selama ini mencirikan praktik Good Governance seperti efisien, non-diskriminatif, dan berkeadilan, berdaya tanggap, dan memiliki akuntabilitas tinggi, dapat dengan mudah dikembangkan parameternya – serta membuat Penyelenggara Negara maupun swasta bekerja lebih efektif dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat. Penyelenggara Negara, termasuk lembaga legislatif, eksekutif, yudikatif, dalam menerapkan Good Governance juga harus bersih dan bebas dari korupsi serta berorientasi pada kepentingan publik. Dengan memulai perubahan pada bidang yang secara langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan para pelaku pasar, upaya menerapkan Good Governance akan memperoleh dukungan dari semua pemangku kepentingan. Citra masyarakat mengenai kredibilitas Pemerintah juga dapat membaik. Dukungan ini sangat penting dalam menentukan keberhasilan, karena upaya menerapkan Good Governance membutuhkan stamina dan daya tahan yang kuat.

Bagaimana kita melakukan perbaikan tersebut? Pertama harus disusun roadmap permasalahan governance dan rekomendasi strategis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Kedua, perlu disepakati dan dimasyarakatkan pedoman pelaksanaan Good Governance yang berlaku secara nasional dan pendekatannya, yang kemudian perlu ditindaklanjuti dengan pedoman sektoral, seperti sektor pelayanan publik dan investasi. Ketiga, perlu dilakukan penyuluhan konsultansi dan pendampingan bagi perusahaan-perusaha an, maupun kantor-kantor Pemerintah yang bermaksud mengimplementasikan Good Governance, dengan melakukan kegiatan assessment, kemudian membangun rambu-rambu pada masing-masing perusahaan atau instansi Pemerintah. Dan kemudian, memperbanyak agen-agen perubah (agent of change) dengan mengembangkan semacam charter member kelompok Direktur dan Komisaris perusahaan, serta charter member bagi kelompok para pejabat publik.

Oleh karena itu, mari kita bangun Indonesia menjadi negara yang lebih baik, dimana kejayaan bukan hanya kebanggaan masa lalu. Selamat menyongsong tahun baru 2008!

SAHAM SEKTOR PROPERTI DI INDONESIA PASCA KRISIS SUBPRIME MORTGAGE

SAHAM SEKTOR PROPERTI DI INDONESIA
PASCA KRISIS SUBPRIME MORTGAGE

Prof. Roy Sembel, Ph.D
Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara

Perkembangan teknologi digital dan transportasi, peningkatan kemakmuran, serta liberalisasi ekonomi telah membawa dunia ke dalam era globalisasi dengan berbagai konsekuensinya. Konsep uang dan batas negara menjadi sumir. Uang dapat berubah wujud dan berpindah tempat dalam sekejap (misalnya, dari uang tunai dalam rupiah berubah menjadi dollar AS dan saham Google di AS, kemudian menjadi dollar Singapura dan aset properti di Singapura).

Di satu sisi, fleksibilitas ini secara konseptual akan mempercepat bekerjanya mekanisme pasar untuk mengalokasikan sumber daya ke tempat yang paling memberikan nilai tambah lintas tempat dan waktu. Di sisi lain, terjadi ekses berupa volatilitas yang terlalu berlebihan sehingga menyulitkan para pembuat kebijakan dan praktisi bisnis serta investor untuk merencanakan dan merancang masa depan ekonomi, bisnis, dan investasi. Buktinya terlihat jelas dalam beberapa bulan terakhir. Perekonomian dunia, khususnya di sektor finansial dan properti bergejolak luar biasa.

Krisis sub prime mortgage / SPM (KPR peringkat rendah / risiko tinggi) di AS menyebabkan pasar finansial di seluruh dunia batuk-batuk. Pasar modal di Indonesia, yang kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari pasar finansial dunia, juga terkena gelombang panasnya. Setelah mencapai rekor tertinggi pada level 2401 pada minggu terakhir bulan Juli 2007, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok double digit persen dalam hitungan minggu (bandingkan dengan tingkat bunga deposito yang hanya sekitar 6% per tahun) pada bulan Agustus 2007. Optimisme kembali bangkit di bulan September dan awal Oktober 2007, sehingga IHSG kembali melampaui rekor tertinggi dan bahkan beberapa kali membuat rekor baru mendekati level 2700.

Namun pesimisme kembali timbul saat menghadapi kenyataan besarnya kerugian yang dialami banyak institusi keuangan dunia plus harga minyak dunia yang menembus level US$ 90 / barrel. IHSG kembali rontok beberapa hari berturut-turut pasca liburan panjang Idul Fitri, bahkan bisa anjlok lebih dari 4% dalam sehari (Senin, 22 Oktober 2007) sebelum kembali berbalik naik lebih dari 4% pada hari berikutnya. Jadi, krisis SPM di AS memang berdampak besar terhadap volatilitas pasar modal di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan, apakah dampak tersebut nyata mempengaruhi fundamental perusahaan atau hanya sekadar efek psikologis tularan.

Salah satu penyebab krisis SPM di AS adalah kenaikan suku bunga sejak beberapa tahun terakhir ke level di atas normal (relatif terhadap rata-rata jangka panjang) dan bertahannya suku bunga tinggi cukup lama. Konsumen KPR berisiko tinggi yang menggunakan bunga mengambang (Adjustable Rate Mortgage / ARM) banyak yang mengalami kesulitan untuk membayar cicilan yang meningkat nilainya.

Fundamental tetap baik

Sementara itu, di Indonesia, situasinya justru terbalik. Sejak awal 2006, suku bunga di Indonesia justru menunjukkan tren menurun dan telah mencapai level relatif rendah (relatif terhadap rata-rata jangka panjang). Suku bunga KPR di beberapa bank telah turun ke level di bawah 10% per tahun. Secara makro, peringkat risiko negara Indonesia menurut lembaga pemeringkat internasional juga baru saja dinaikkan (membaik), sehingga memungkinkan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Penurunan suku bunga ini sangat penting khususnya bagi pasar property kelas menengah ke bawah yang sangat tergantung pada KPR. Secara umum, Produk Domestik Bruto per kapita Indonesia diramalkan akan menembus angka psikologis US$ 2000 dalam 1-2 tahun ke depan. Untuk segmen menengah ke atas, berdasarkan riset yang dipublikasikan belum lama ini oleh sebuah lembaga keuangan internasional, jumlah orang kaya (High Networth Individual dengan dana investasi di atas US$ 1 juta) di Indonesia meningkat cepat. Jadi, potensi permintaan properti di Indonesia masih cukup besar.

Saat ini terdapat 33 perusahaan dalam sektor Properti dan Real Estate yang tercatat di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Sejak pertengahan tahun 2006, indeks saham sektor properti di BEJ meningkat lebih cepat dibandingkan indeks pasar secara keseluruhan (IHSG). Momentum baik ini diharapkan akan tetap berlanjut seiring membaiknya daya beli dan indikator ekonomi makro seperti inflasi, cadangan devisa, tingkat pengangguran, dll. Tentu tidak semua saham di sektor property memiliki prospek baik. Tidak seperti sektor perbankan yang telah menyelesaikan restrukturisasi pasca krisis 1998, sektor properti belum tuntas menjalankan restrukturisasi. Masih ada beberapa grup perusahaan properti yang terhambat beban lama akibat krisis. Sebaliknya, bagi beberapa grup perusahaan properti yang telah terbebas dari krisis, inilah saatnya untuk berekspansi lebih lanjut.

Grup perusahaan properti yang berhasil mengelola struktur permodalannya dengan baik lah yang akan mendulang manfaat besar dari potensi sektor property di masa depan. Meraih dana lewat IPO saham merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan oleh perusahaan properti untuk mengoptimalkan struktur permodalannya dan menurunkan risiko finansial dalam jangka panjang.

Selain itu, untuk memanfaatkan properti yang telah ada, perusahaan properti juga bisa menerbitkan Real Estate Investment Trusts (REITs). Memang sudah ada beberapa perusahaan properti terkemuka yang telah memulai upaya ke arah REITs. Sayang sekali, alternatif ini belum bisa dilakukan di Indonesia. Produk inovatif seperti REITs, Exchange Traded Funds (ETF), Efek Beragun Aset (EBA) tampaknya masih harus menyingkirkan banyak kendala sebelum bisa menjadi kenyataan di pasar finansial Indonesia.

Ada satu khabar baik bagi prospek saham perusahaan sektor properti di Indonesia dan para (calon) investornya. Harga lahan di pusat kota (CBD) di Jakarta, sekitar US$ 1600 per m2, masih relatif jauh lebih murah dibanding dengan harga lahan di negara tetangga misalnya Filipina. Investor dari Arab Saudi belum lama ini membeli lebih dari 7 hektar lahan di CBD di Manila seharga sekitar US$ 5000 per m2. Jadi, potensi peningkatan harga lahan yang dimiliki perusahaan properti di Indonesia, masih sangat besar.

Kunci keberhasilan berikutnya yang juga penting mempengaruhi prospek saham properti adalah intangible asset (aset nirwujud), berupa brand (merek) dan inovasi konsep. Di era ekonomi baru yang dicirikan dengan meningkatnya porsi nilai intangibles dalam total nilai saham, penguasaan lahan dan lokasi baik saja tidaklah cukup. Developer yang visionaris bukanlah sekadar membangun rumah atau gedung, melainkan menciptakan suasana, gaya hidup, dan nuansa kehidupan.

Rabu, 26 Desember 2007

HIDUP SEHAT ALAMI

HIDUP SEHAT ALAMI
Dr. Tan Tjiauw Liat
Oleh: Emma Madjid
(Majalah Nirmala, April-2007)

KITA boleh iri melihat sosok Dr Tan Tjiauw Liat. Bukan hanya fisiknya yang segar, sehat, dan lincah (tinggi 167 cm/berat 59 kg) tapi daya ingatnya juga luar biasa. Selama wawan¬cara dua setengah jam, ia membuka lebih dari 10 buku, di antaranya How To Use Glutamine to Strengthen the Immune System, Improve Muscle Mass & Heal the Digestive Tract, The Anti-aging Zone, dan Water Cures: Drugs Kill untuk menunjukkan latar belakang pendapat¬nya. Buku-buku tersebut hanya sebagian kecil dari koleksi buku yang berjajar rapi di dalam lemari bukunya.

Saya benar-benar kagum pada dokter berusia 76 tahun itu. la bukan hanya ingat warna cover buku, judul, atau tempat buku itu disimpan, melainkan hafal di luar kepala isi buku-buku itu. Mulai dari alinea, kalimat, yang sudah diberi dua garis dengan tinta merah, sampai kata per kata!. Luar biasa….

Buku-buku, jurnal-jurnal kesehatan, news¬letter, baginya merupakan harta yang tak terni¬lai. Ketika banjir melanda Jakarta tahun 2002, rumahnya di bilangan Pluit tak luput dari ben¬cana. Anak-anaknya khusus menyewa truk dan jukung untuk mengevakuasinya, namun Dr Tan tetap bertahan hanya mengungsi ke ru¬mah tetangganya. la enggan beranjak dari rumahnya. “Lantaran buku-buku saya masih di dalam,” katanya. la hanya minta dibawakan sayuran mentah sebagai menu makannya.

Senjatanya: tomat dan mentimun




Pukul 15.00 saat mewawancarai Dr Tan di tempat praktiknya di Pluit, tampak beberapa pasien yang mengalami stroke mulai berda¬tangan. Beberapa pasien harus dipapah atau didorong di kursi roda, untuk sampai ke ruang praktik. Pria berkacamata yang sore itu menge¬nakan kemeja putih lengan pendek itu lang¬sung berdiri dan membuka pintu kamar prak¬tiknya.

Dengan suara yang nyaring yang meru¬pakan ciri khasnya, ia menyapa para pasien dan memperkenalkan mereka kepada saya. “Ini pasien saya yang sudah berumur 100 tahun. Nah, bapak yang itu tadinya stroke berat, sekarang sudah bisa jalan. Pasien yang duduk dikursi roda itu otaknya sudah dibedah di rumah sakit. Waktu datang tidak berdaya sama sekali, tetapi setelah saya anjurkan makan tomat dan mentimun, kondisinya jauh lebih baik,” ujarnya sambil menunjuk ke arah pasien¬-pasien yang dimaksud. Mereka tampak ceria, dan mengatakan bahwa gairah hidupnya kembali setelah dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Dr Tan.

Dulu ‘kapal keruk’

Dokter Tan mengaku kesadaran akan pentingnya hidup sehat, tumbuh sejak lima tahun terakhir ini. “Sedari kecil saya doyan makan. Kalau sedang ada perayaan Cap Go Meh, Nenek menyediakan berbagai macam makanan enak. Tentu saja saya ’sikat’ sampai perut saya keras kekenyangan,” tuturnya.

Kebiasaan makan enak itu terus berlanjut sampai ia bersekolah di Jakarta. “Waktu itu saya indekos di Jalan Raden Saleh. Dalam waktu 3 bulan, berat badan saya bertambah 13 kg,” katanya. Sampai ia berkeluarga, ia belum bisa mengerem kebiasaannya itu. “Saya sering makan di hotel berbintang lima yang memberi diskon 50% untuk paket makan sepuasnya (all you can eat) Saya pikir, kapan lagi bisa makan enak dengan harga murah? Di sana saya bisa ngopi dan makan sepuasnya,” tutur Dr Tan mengenang kebiasaannya ketika ia berusia 60 tahun.

Bukan Dr Tan namanya jika berbicara tanpa data. Dari lacinya, ia menge¬luarkan selembar foto diri saat bobotnya 80 kg. Penampilannya sama sekali berbeda dengan sosok yang berada di depan saya!

Namun setelah itu badannya mulai terasa tidak nyaman. Pada waktu berjalan, misalnya, dadanya terasa sesak. “Padahal saya rajin mengukur tekanan darah, dan hasilnya normal, 120/80,” katanya.

Pada satu kesempatan berkunjung ke Australia menengok seorang anaknya yang bersekolah di sana, ia mendatangi seorang dokter. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter itu, diketahui tekanan darahnya melesat sampai 180. “Dokter menyuruh saya minum obat. Tetapi saya bilang, NO!. Saya katakan kepadanya, saya akan kembali tiga bulan lagi, dan saya pasti sudah sembuh,” ujarnya.

Pulang dari dokter, ia langsung ngeloyor ke toko buku mencari buku kesehatan. “Saya tidak mau sakit, saya ingin panjang umur. Nah, sejak itu saya gandrung membaca buku-buku mengenai kesehatan,” katanya.

Sekolah di Internet

Latar belakang pendidikannya sebagai dokter lulusan FKUI tahun 1958 dan spesialis radiologi sangat mendukung keinginannya untuk menemukan kunci hidup sehat. Penguasaannya terhadap bahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin secara aktif memudahkannya membaca dan menyerap ilmu kesehatan dari berbagai sumber.

“Sampai sekarang saya masih belajar dan terus belajar. Sekolah saya Internet. Media cybernet atau penjelajahan situs-situs Internet yang dapat dipertanggung¬jawabkan, semakin memperluas wasasan saya,” ujarnya sambil menyebut situs favoritnya: www.mercola.com.

Hampir setiap hari ia duduk di depan laptop-nya dari pukul 23.30 sampai pukul 05.00, mencari berita kesehatan yang aktual. Dengan demikian, ia tidak pernah ketinggalan informasi. Sebelum duduk di depan laptop, ia selalu melakukan meditasi terlebih dahulu dengan bantuan CD yang berisi suara gemercik air hujan. “CD tersebut dipakai untuk meningkatkan kemampuan fokus. Sudah setahun lebih saya menggunakan CD untuk meditasi,” ujarnya. Gadget IT milik orang kantoran masa kini adalah mainannya di usia kepala tujuh. la mahir mengoperasikan komputer dengan segala programnya, merekam dengan USB, sms dijawab melalui PDA-nya dengan kecepatan anak muda, mengirim faksimili pun dilakukannya sendiri.

Ada apa dengan tomat dan mentimun?

Hasil bacaan dan penelusuran di alam maya itulah yang menelurkan gaya hidup dan pola makan yang diterapkannya sekarang. “Unsur genetika spesies manusia yang dibawa DNA-nya pada kenyataannya tidak pernah berubah sejak zaman purba hingga kini; bahkan di masa mendatang,” katanya. Yang berbeda adalah yang ada di sekeliling kita, sebagai hasil dari kecerdasan manusia dan olah teknologi. Ini yang mempengaruhi cara hidup manusia dan cara mengelola hidup termasuk makanannya, serta bagaimana tubuh bereaksi terhadap apa yang dikonsumsi.

Gen (pembawa sifat keturunan yang terdapat pada inti sel) adalah rangkaian gugusan DNA yang tidak mungkin mengalami perubahan dalam waktu singkat. Perubahan pada struktur gen membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya akibat paparan (ter-expose) oleh lingkungan yang juga telah berubah dalam kurun waktu sekian lama.

Banyak bukti antropologis (bukan hanya dari sisi medis) yang menjelaskan bahwa penyakit yang muncul saat ini adalah sebagai akibatpola makan, gaya hidup, dan paparan lingkungan. Yaitu karena manusia sudah jauh melenceng ke luar dari rel sebagaimana alam.

Hidup di zaman sekarang tidak bisa terlepas dari polusi, dan kepungan penyakit yang membuat kita mudah sakit. Bagaimana mengantisipasinya? “Pertama insulin harus dikontrol, dan yang kedua pola makan kita harus mengikuti pola makan manusia purba. Manusia purba tidak mengenal api, apalagi kompor dan microwave. Segala sesuatu dikonsumsi secara mentah (raw) dan segar (fresh). Dengan asupan serupa ini tidak heran tubuh akan jauh lebih tahan terhadap segala sesuatu,” tuturnya.

Lalu, untuk apa ada restoran? “Restoran itu suatu kebudayaan (civilitation). Itu bukan untuk kesehatan kita. Jika untuk kesehatan, kita harus balik ke DNA kita. Kita hanya makan dedaunan atau sayuran mentah. Tidak ada cara lain. Kalau tidak demikian, pasien saya pasti gagal semua….,” katanya dengan lantang.

Sayur mentah satu baskom

Dokter Tan, tidak hanya cuap-cuap memberi nasihat kepada pasien-pasiennya agar mengkonsumsi sayuran mentah untuk mengobati stroke yang mereka derita, tetapi dalam keseharian ia benar-benar mempraktikannya dengan disiplin. “Pukul 6 pagi saya makan buah. Buah yang ada dalam simpanan saya. Kalau ada apel ya itu saja yang dimakan, tapi bukan buah manis tinggi fruktosa seperti pepaya, pisang atau mangga ranum,” katanya.

Menurutnya, dari tengah malam sampai jam 12.00 terjadi siklus pembuangan, sebaiknya perut tidak diisi dengan makanan berat. “Siang hari saya makan sayur mentah. Banyaknya satu baskom (mangkuk besar) yang ditambah jahe, kunyit, masing-masing ukuran satu jari, dan satu siung bawang putih. Semua bahan itu dimasukkan ke dalam juice-extractor- bukan blender atau juicer biasa. juice extractor ini mempunyai putaran mesin hanya 30 rpm sehingga tidak menimbulkan panas di atas 30 derajat Celsius, dan
ekstraksi mineral terjamin sempurna. Selain itu saya juga makan satu kuning telur mentah organik yang jelas bebas bakteri,” katanya. Siang itu sayur yang memenuhi baskomnya terdiri dari brokoli, selada, paprika kuning, tomat, dan mentimun yang dipotong-potong. la adalah pelaku raw-food yang setia dan me¬ngerti betul dasar latar belakang mengapa makanan yang disantap harus raw alias men¬tah. Bahan makanan dari tanaman yang me¬mungkinkan dimakan mentah dan enzim (katepsin) yang terkandung dalam sayuran mentah itulah yang menghancurkan diri sendiri (self destruct) agar komponennya dapat dise¬rap pencernaan kita sebagai sumber gizi. Sedangkan sayuran lain yang biasanya perlu dimasak (misalkan kangkung, bayam, kailan, caisim, diambil ekstraknya melalui juice extractor.

Makan sayur mentah saja, apakah tidak lapar? “Tentu saja tidak, karena komposisi sayuran saya bermacam-macam, kondisi ini menjamin” plant-based food” tetap prima sebagai sumber kalori dan energi. Masih di¬tambah bawang bombai, aneka sprouts (se¬jenis taoge). Kalau masih lapar saya menggado tomat dan mentimun,” katanya.

Masih makan kedondong

Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya kini Dr Tan sangat hati-hati mengkonsumsi makanan maupun minuman. la tidak lagi minum kopi kendati dulu disukainya. “Kalau orang setua saya minum kopi sekali, berarti terbentuk kortisol dalam waktu 24 jam. Kortisol akan bertumpuk jika kita terus mengkonsumsi kopi. Jika sudah demikian, segala macam penyakit akan datang. Misalnya, kita jadi pikun,” katanya.

Air putih adalah minuman terbaik, karena dapat menggelontor lemak-lemak tubuh. Seberapa banyak kita minum air putih per hari? “Ukurannya yaitu sampai urine kita tidak berwarna. Urine yang sehat adalah yang bening seperti air ledeng, tidak boleh berwarna,” katanya.

la juga mengingatkan bahwa kita harus waspada terhadap bahaya gula. “Batasi makanan yang mengandung gula seperti beras, terigu, kentang, umbi-umbian, serta wortel (yang dimasak sebagai sup atau dijus). Wortel yang dijus akan menjadi air gula. Artinya kalau kita minum jus wortel sama dengan kita minum air gula. Segala buah yang manis juga mengandung gula. Pemanis dalam bentuk artifisial, seperti aspartam, sakarin, lebih berbahaya daripada gula,” katanya.

Jika demikian, buah apa yang baik? Ditanya demikian ia tersenyum. “Buah yang baik adalah alpukat dan kedondong. Gigi saya sudah habis. Agar saya bisa makan sayur mentah, kedondong, mangga muda, dan pepaya muda, semua gigi sudah diganti dengan teknologi implant. Bukan karena keropos, tapi kebanyakan karena kecelakaan di masa lalu, zaman masih menunggang scooter. Oh ya, mangga muda, pepaya muda (bukan yang sudah ranum dengan tinggi kadar fruktosanya) baik dimakan,” sambungnya.

Menularkan pola hidup sehat

Dengan mengubah pola makannya, Dr Tan merasa badannya nyaman dan lebih energik. Bobot tubuhnya pun proporsional dengan tingginya. la berhasil menurunkan berat badannya 21 kg dari berat semula 80 kg. Bukan hanya itu, daya ingatnya pun semakin tajam. “Waktu kuliah dulu, kalau ada teman yang menyebut suatu masalah, saya langsung ingat masalah itu dibahas di buku apa, halaman berapa. Nah, di usia saya sekarang ini, daya ingat saya kembali seperti itu.

Temuan-temuan ini ditularkan kepada pasien-pasiennya. “Mereka saya anjurkan makan tomat dan mentimun. Saya perhatikan, hanya dalam waktu tiga hari atau seminggu, kondisi kesehatan mereka mengalami kemajuan. Mengapa? Karena sayuran mentah adalah makanan yang sesuai dengan DNA kita,” katanya.

Kepada pasien-pasiennya, Dr Tan tidak pernah memberi obat-obatan kimia. Bilamana perlu ia hanya memberikan satu suntikan untuk memperlebar pembuluh darah. “Pembuluh darah pasien stroke sering bermasalah,”demikian alasannya. Di samping itu, ia juga mengaplikasikan teknik meridian melalui titik-titik akupuntur. Ilmu tersebut dipelajarinya antara lain dari sebuah buku keluaran Bayer dan banyak buku asli tentang meridian dan akupuntur dari bahasa dan sumber aslinya yaitu bahasa Mandarin. Bahasa itu justru baru dikenalnya sebagai orang Tionghoa ketika Jepang masuk dan bahasa Belanda dilarang.

Tidak merepotkan orang lain

Sekarang ini Dr Tan masih sering ke hotel bintang lima untuk makan, tapi ia lebih cerdik. “Saya pilih light lunch, ya murah, ya sehat. Saya bisa makan salad sesuka saya,” katanya.
la sangat yakin, apabila setiap orang mau menjaga diri dan merawat diri, ia akan mendapatkan kesehatan yang prima, yang memperpanjang usia hidup aktif. “Dampaknya tentu sangat positif, yang jelas kita tidak merepotkan diri sendiri di usia lanjut dan tidak tergantung pada pasangan, anak-anak, atau orang-orang di sekitar kita. Saya mempunyai tujuan mempertahankan hidup yang berkualitas demi kemanusiaan dengan mempraktikkan kejujuran serta kebenaran untuk tujuan tersebut,” tuturnya.

“Sekarang saya punya konklusi yang jelas sekali, yaitu dengan mengikuti DNA - hanya makan sayur, selanjutnya dikombinasi dengan quantum touch- pasti akan sehat seumur hidup.”

Bagaimana dengan bermacam-macam diet yang digembar-gemborkan sekarang ini? “Omong kosong! Ndak bisa itu! Pokoknya paling baik hanya mengkonsumsi sayuran mentah. Yang lain dilupain aja, deh,” ujarnya. Ekstrim? Tentu begitu kesan pertamanya. Tapi bagaimanapun, komitmen dan disiplinnya untuk sehat sangat mengagumkan. (N)